Kabupaten Bandung Zona Merah, Bupati: Kita Kecolongan

Muhammad Iqbal - detikNews
Rabu, 18 Nov 2020 16:43 WIB
Bupati Bandung Dadang M. Naser
Dadang Naser (Foto: Istimewa)
Bandung -

Bupati Bandung Dadang M. Naser mengaku Pemkab Bandung kecolongan atas peningkatan kasus pasien positif. Peningkatan ini menyebabkan status Kabupaten Bandung menjadi merah.

"Kita terus terang kecolongan dengan klaster yang ada di Kabupaten Bandung terkait tentang ada peningkatan keterpaparan virus Corona," ujar Dadang usai rakor bersama Satgas Covid Kabupaten Bandung di Gedung Mohamad Toha, Kompleks Pemda Bandung, Rabu (18/11/2020).

Sebelumnya, Kabupaten Bandung berstatus oranye. Menjadi zona merah, kata Dadang, merupakan teguran dari Provinsi Jabar karena pihaknya telah kecolongan.

"Kita sekarang ditegur sama pemerintah provinsi menjadi merah," ujar Dadang.

Dadang menyebutkan, ada beberapa klaster baru yang ditemukan di antaranya klaster pesantren, keluarga dan industri. Terakhir, ada 209 santri dan pengurus pondok pesantren yang dinyatakan positif Covid-19.

"Di situ pertama ada peningkatan di klaster pesantren, ada dua pesantren yang kena di Kabupaten Bandung," ujar Dadang.

"Di beberapa keluarga juga ada di Cimenyan. Ada tamu. Di Ciparay juga kejadian, ada tamu dari Bogor, acara aqiqah juga kejadian (positif)," tambahnya.

Dadang menjelaskan, zona merah kali ini bukanlah terjadi kepada seluruh kecamatan di Kabupaten Bandung. Melainkan, zona merah terjadi di pesantren dan lingkup kecil seperti rukun tetangga (RT).

Ia mengatakan, pihaknya akan memberikan bantuan tenaga medis serta kebutuhan lainnya kepada sejumlah pesantren dan lokasi-lokasi yang menjadi klaster penularan Covid-19.

"Zona merah bukan berarti seluruh kabupaten Bandung merah. Zona merah itu hanya di zona zona tertentu," ujarnya.

(mud/mud)