TNI AD Waspadai Sebaran Hoaks di Pilkada Serentak 2020

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 18 Nov 2020 10:12 WIB
TNI AD mewaspadai hoaks di tengah Pilkada Serentak 2020
TNI AD mewaspadai hoaks di tengah Pilkada Serentak 2020 (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

TNI Angkatan Darat (AD) mewaspadai munculnya informasi hoaks dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2020. Berita hoaks dinilai menjadi salah satu ancaman keutuhan bangsa.

Hal itu disampaikan oleh Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) Letjen Wisnoe Prasetija Boedi dalam kegiatan Sarasehan Pusterad dengan media massa di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020).

Wisnoe mengatakan di era saat ini, laju informasi begitu cepat melalui beragam sarana. Berita bohong atau hoaks pun ikut masuk karena kemudahan penyampaian informasi tersebut. Informasi hoaks inilah, kata dia, menjadi salah satu ancaman keutuhan bangsa termasuk dalam menghadapi Pilkada serentak 2020.

"Ancaman potensial terhadap bangsa Indonesia saat ini bencana alam, non alam, narkoba, pornografi dan radikal serta kerawanan pilkada serentak tahun 2020 yang memungkinkan timbulnya provokasi, agitasi dan propaganda melalui penyebaran berita bohong oleh orang-orang tak bertanggung jawab sehingga dapat menyebabkan instabilitas nasional," ujar Wisnoe.

Ia mengatakan ancaman dari berita hoaks itu perlu diwaspadai oleh seluruh komponen masyarakat termasuk TNI.Menurutnya, TNI bertugas melakukan antisipasi dengan menjalankan pembinaan teritorial (binter).

"Seluruh komponen bangsa berkewajiban untuk mengantisipasi berbagai ancaman yang terjadi terhadap bangsa saat ini. TNI AD melalui unsur Satkowil dengan dukungan media massa memiliki peran vital dalam melaksanakan pembinaan ketahanan masyarakat melalui penyelenggarnan BinterBinter. Kegiatan Binter yang berkolaborasi dengan media massa, diharapkan dapat mengedukasi seluruh lapisan masyarakat sehingga terwujud ketahanan nasional yang tangguh," tuturnya.

Wisnoe menambahkan di era saat ini, kecepatan informasi menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Peran teknologi, kata dia, dapat dijadikan sebagai media penyampaian program dan kebijakan.

"Untuk itu, Binter TNI AD yang senantiasa mendukung program pembangunan fisik maupun non-militer fisik perlu disinergikan dengan pemberitaan media massa di seluruh tanah air. Sehingga timbul komitmen bersama dalam membangun bangsa Indonesia," kata dia.

(dir/mud)