Bejat! Ayah di Majalengka Perkosa Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Bima Bagaskara - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 16:50 WIB
Seorang ayah di Majalengka tega perkosa anak tirinya hingga hamil.
Foto: Seorang ayah di Majalengka tega perkosa anak tirinya hingga hamil (Istimewa).
Majalengka -

Seorang ayah berinisial R (63) tega menyetubuhi anak tirinya yang masih berusia 16 tahun hingga hamil enam bulan. Aksi durjana itu dilakukan R sejak Februari 2020.

Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso mengatakan aksi keji yang dilakukan R terhadap anak tirinya itu berlangsung di rumah yang ditinggali keduanya di Desa Mekarmulya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat pada 28 Februari 2020.

Sejak saat itu kata Bismo, R yang merupakan seorang buruh telah menyetubuhi anak tirinya sebanyak empat kali. Saat ini korban dalam kondisi hamil enam bulan.

"Pelaku sudah melakukan persetubuhan itu sebanyak empat kali dan saat ini korban dalam keadaan hamil enam bulan," kata Bismo dalam keterangan yang diterima detikcom, Selasa (17/11/2020).

Ia menjelaskan sebelum menyetubuhi anak tirinya, R terlebih dulu mengancam korban agar menuruti kemauan bejat-nya dan tidak memberitahu siapapun.

"R melakukan aksinya malam hari saat korban sedang tertidur di dalam kamar. Saat itu korban mengetahui akan disetubuhi oleh pelaku, namun korban ketakutan karena telah diancam oleh pelaku," ungkap Bismo.

"Pada siang hari sebelum melakukan aksinya R sudah mengancam tidak akan membiayai hidup korban jika melawan atau memberitahu ibunya," lanjutnya.

Aksi itu baru terungkap setelah istri pelaku yakni A (49) yang juga ibu kandung korban melihat perut anaknya yang membesar. Saat ditanya, korban mengaku sedang hamil enam bulan.

"Karena perut anaknya yang membesar, ibunya menanyakan kepada korban kemudian korban mengaku telah disetubuhi ayah tirinya dan sedang hamil enam bulan. Saat itu juga ibunya langsung melaporkan ke polisi," ujar Kasatreskrim Polres Majalengka AKP Siswo DC Tarigan.

Menurut Siswo korban mengalami trauma akibat perbuatannya yang dilakukan ayah tirinya itu. Pihaknya memastikan akan melakukan pendampingan untuk memulihkan trauma yang dialami korban.

Saat ini R yang sudah ditangkap pihak kepolisian harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. R dijerat pasal pasal 81 dan 82 Undang-undang Nomer 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak. "Pelaku diancam minimal 7 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara," ujar Siswo.

(mso/mso)