5 Juta Loker Akan Hadir di Jabar, Ini Pesan Wagub Uu untuk Warga

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 16:19 WIB
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum
Uu Ruznahul Ulum (Foto: Dadang Hermansyah)
Bandung -

Gubernur Jabar Ridwan Kamil optimistis akan ada lima juta lapangan pekerjaan baru seiring dengan dikembangkannya Rebana Metropolitan di utara timur Jabar.

Selain itu, Pemprov Jabar bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar pun melakukan menjemput bola investasi dengan menggelar West Java Invesment Summit (WJIS) 2020 di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Selasa (17/11/2020).

Sejalan dengan itu, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan bahwa kompetensi tenaga kerja juga jadi aspek penting untuk mendukung iklim investasi di Jabar. Pasalnya, faktor produktivitas tenaga kerja juga menjadi variabel penentu bagi investor untuk menanamkan modalnya.

"Hakikatnya buruh adalah mitra perusahaan. Sebesar apapun investasi oleh investor kalau tidak ada buruh tidak akan ada yang bekerja, otomatis output produk tidak akan ada," kata Uu saat membuka rakor Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Provinsi Jabar, di Bandung Barat, Selasa (17/11/20).

Uu menuturkan, kompetensi tenaga kerja sejalan dengan pemanfaatan teknologi industri. Seorang tenaga kerja harus dapat menguasai alat produksi dengan teknologi mutakhir.

"Mari kita utamakan buruh, peduli terhadap buruh selain dari segi kesejahteraan, juga dari segi kompetensinya," katanya.

"Sehingga hadir keseimbangan antara apa yang diharapkan pihak industri, atau para investor juga apa yang diharapkan para pekerja," imbuhnya.

Selain itu, tenaga kerja juga harus menguasai teknologi informasi dan digital untuk menambah daya saing. Oleh karena itu pendidikan dan pelatihan tenaga kerja menjadi hal penting yang harus diutamakan. Tenaga kerja harus terus diasah kemampuan dan kompetensinya sesuai dengan tuntutan zaman dan perkembangan teknologi terkini.

"Maka sinergi tripartit (industri, serikat pekerja, pemerintah) diperlukan dalam menyiapkan tenaga kerja yang berkompeten dan mampu berkompetisi dalam persaingan global," katanya.

Kemudian, Uu juga menyorot sistem pendidikan dan pelatihan kerja yang harus 'link and match' dengan kebutuhan pasar kerja. Sehingga kebutuhan para investor dapat segera terpenuhi oleh angkatan kerja yang berdaya saing tinggi.

(yum/mud)