Anak Guru Ngaji di Sukabumi Ini Menabung Uang Jajannya Demi Tangan Palsu

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 14 Nov 2020 07:55 WIB
Bocah perempuan di Sukabumi  butuh tangan palsu
Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi -

Senyum Meysa Widiya mengembang saat melihat kedatangan awak media di kediamannya, Kampung Rancaseel, RT 18 RW 9 Desa/Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Gadis berusia 7 tahun itu rela menabung demi mendapatkan tangan palsu.

Tangan kiri gadis itu putus karena patah terjatuh pada pertengahan bulan Agustus 2020 lalu. Darin (40) sang ayah hanya seorang guru ngaji, sedikit rezeki yang ia peroleh hanya cukup untuk membayar listrik dan makan sehari-hari istri dan tiga anaknya termasuk Meymey, panggilan akrab Meysa.

"Kejadaannya hari Selasa 4 Agustus pagi, waktu itu anak saya terjatuh saat ikut ibunya ke warung. Masuk ke selokan sedalam 1 meter, jatuhnya telungkup tangan kanannya kan lagi pegang coklat ke atas sementara tangan kirinya mungkin seperti ini ketutup badannya saat diangkat ternyata sudah bengkok," ungkap Darin ia mempergakan posisi putrinya itu dalam posisi jatuh, kepada wartawan, Sabfu (14/11/2020).

Sayangnya saat itu karena keterbatasan ekonomi akhirnya Meymey hanya dibawa ke tukang urut tulang. Namun diduga karena perbaikan tidak maksimal, tangan gadis itu membusuk. Meymey akhirnya mendapat penanganan medis, sampai kemudian dokter memutuskan untuk mengamputasi sebagian tangan gadis itu.

Singkat cerita, kondisi Meymey kini terpaksa harus kehilangan tangannya. Meski begitu, Darin menyebut putrinya itu tetap ceria dan bermain seperti biasa. "Sejak kejadian anak itu ceria, malah saya, ibunya saudara pada nangis-nangis semua sejak pertama kejadian," imbuh Darin.

Sebagai orang tua besar harapan Darin mewujudkan keinginan putrinya, namun karena persoalan ekonomi keinginan itu ia kubur dalam-dalam. Ia berharap ada dermawan yang mengabulkan keinginan putrinya itu.

"Batin saya itu pedih tapi tidak bisa berbuat banyak, saya cuma ngajar ngaji ada rezeki iuran seadanya saya bawa pulang. Hanya cukup bayar token listrik, buat makan keluarga. Sepertinya Meymey paham dengan kemampuan orang tuanya, meskipun dia terlihat ceria tapi saya yakin jauh di dalam hatinya ia menyimpan sedih," lirih pria tamatan MTS itu.

Darin mengatakan harga tangan palsu puluhan juta dan ia tak mampu membelinya. "Katanya harga tangan palsu itu sekitar Rp 40 jutaan, saya juga kurang tahu. Kalau uang kan dia celengin, lebih kurang ada dia sudah kumpulin sekitar Rp 2 jutaan," ungkap Darin menceritakan kegigihan putrinya menabung.

Uang Rp 2 jutaan itu berhasil dikumpulkan putrinya dari kerabat dan tetangga yang datang menengok serta uang jajannya. "Kalau ada yang nengok sini baru. Kadang 100, kadang 50 ribu berapa aja langsung masuk ke celengannya," katanya.

Meymey saat ini berstatus pelajar kelas 1 di SDN Ciwangi, kepada wartawan ia malu-malu menceritakan harapannya membeli tangan palsu. Ia menabung uang hasil jajan dari kedua orang tuanya, sebagai tambahan ada juga dermawan yang sengaja memberikan uang sebagai tambahannya menabung.

"Kalau dapat uang, saya tabung. Ingin punya tangan baru untuk membantu orang tua, bermain dan belajar di sekolah," ungkap Meymey.

Siti Winda Mariah (10) kakak kedua Meymey mengaku sedih dengan kondisi adik bungsunya, sesekali ia memberikan uang jajan miliknya untuk ditabung oleh sang adik. "Sedih, kasihan. Saya ingin banget adik saya punya tangan baru, biar adik saya bisa bermain dengan teman-teman, ke sekolah dan banyak lagi," lirih Siti.

(sya/ern)