Indonesia Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan III Ada Kemajuan

Siti Fatimah - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 17:12 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Indonesia resmi resesi setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal III negatif 3,49%. Ekonomi RI sudah terkontraksi sejak kuartal II dengan negatif 5,32%.

Sementara itu, perekonomian di Jawa Barat pada triwulan III 2020 mengalami kemajuan alias peningkatan dari sebelumnya. Secara triwulanan tumbuh sebesar 3,37% (qtq), membaik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tercatat -4,95% (qtq).

"Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat juga mencatat kontraksi sebesar -4,08% (yoy), membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencatat kontraksi -5,98% (yoy). Perbaikan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan III 2020 terjadi pada sebagian besar komponen pengeluaran (sisi permintaan) maupun sektor ekonomi," kata Direktur KPW Bank Indonesia Jabar Pribadi Santoso dalam siaran pers yang diterima, Jumat (6/11/2020).

Lebih lanjut, sejumlah sektor ekonomi terindikasi mengalami pemulihan dengan kontraksi yang makin mengecil, antara Iain sektor industri pengolahan, perdagangan, pertanian, transportasi, serta penyediaan akomodasi pasca implementasi AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) sejak awal Juli 2020.

"Hanya sektor konstruksi yang mengalami kontraksi semakin dalam karena terhambatnya pembangunan proyek infrastruktur akibat pandemi COVID-19," ujarnya.

Sesuai perkiraan sebelumnya, kata dia, kinerja perekonomian Jabar perlahan pulih pada triwulan III 2020 seiring dengan mulai meningkatnya aktivitas perdagangan dengan negara-negara mitra dagang, sehingga permintaan ekspor mulai meningkat, khususnya untuk komoditas industri.

Pribadi mengatakan, dari Sisi domestik, implementasi AKB juga mendorong dibukanya kembali kegiatan usaha, baik formal maupun non formal, seperti ritel dan tempat wisata secara terbatas. Hal tersebut berdampak pada terserapnya kembali tenaga kerja sehingga daya beli masyarakat pulih secara bertahap.

"Membaiknya kondisi ekonomi Jawa Barat tersebut diharapkan terus berlanjut pada triwulan IV 2020 seiring dengan semakin meningkatnya permintaan global dan domestik menjelang akhir tahun. Meskipun demikian, berbagai perkembangan global maupun domestik perlu terus dicermati seiring dengan faktor ketidakpastian ekonomi dan politik global yang masih tinggi," pungkasnya.

(mud/mud)