Dirikan Pos Pemantau, RPL Lembang Jengah Banyak Tumpukan Sampah di Jalan

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 12:36 WIB
Relawan Lingkungan Lembang dirikan pos pemantau pembuang sampah ilegal.
Foto: Relawan Lingkungan Lembang dirikan pos pemantau pembuang sampah ilegal (Whisnu Pradana/detikcom).
Bandung Barat -

Relawan Peduli Lingkungan (RPL) Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendirikan posko pantau pembuangan sampah secara liar di Jalan Raya Tangkuban Parahu, Kamis (5/11/2020).

Posko yang dibangun di samping Hotel Grand Paradise, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, KBB, akan berfungsi sebagai pos pantau karena area di pinggir jalan raya itu justru dijadikan lahan membuang sampah ilegal oleh warga setempat maupun pengendara.

Agus Kusmana salah seorang anggota RPL mengatakan pembangunan posko tersebut berawal dari keprihatinan banyaknya tumpukan sampah di sepanjang jalan raya di Lembang. Padahal, kata dia, Lembang merupakan kota wisata.

"Ini berawal dari keprihatinan karena banyak tumpukan sampah di pinggir jalan raya Lembang. Padahal kita tahu kalau Lembang ini kan destinasi wisata. Akhirnya kita inisiatif membangun posko ini," ungkap Agus kepada detikcom.

Setelah posko berdiri, nantinya akan ada personel dari RPL yang melakukan patroli setiap malam. Selain berjaga di pos, relawan yang berjaga akan berkeliling ke titik lain yang kerap dijadikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal.

"Setiap malam akan ada yang berjaga minimal empat orang. Bisa stand by di posko atau patroli. Titiknya berpindah, bisa di sini atau ke titik lain karena banyak TPS ilegal juga," terangnya.

Bila saat patroli pihaknya berhasil menangkap tangan pelaku pembuangan sampah sembarangan,pihaknya akan menyerahkan pelanggar ke pihak kecamatan dan Satgas Citarum Harum untuk ditindak.

"Kalau sampai menangkap pelaku pembuangan sampah, nanti akan kita data dulu lalu serahkan ke Satgas Citarum Harum dan kecamatan. Sanksinya biar diberikan sama petugas berwenang," ujarnya.

Titik lain yang menjadi fokus pengawasan RPL yakni Alun-alun Lembang. Sebab sudah sejak lama kawasan Alun-alun Lembang dijadikan tempat pembuangan sampah ilegal.

(mso/mso)