Citra Sunda Empire Buruk di Mata Internasional, Nasri Banks Akan Banding

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 03 Nov 2020 14:20 WIB
Dedengkot Sunda Empire Nasri Banks usai jalani sidang vonis di PN Bandung.
Foto: Dedengkot Sunda Empire Nasri Banks (Dony Indra Ramadhan/detikcom).
Bandung -

Dedengkot Sunda Empire Nasri Banks akan mengajukan banding atas putusan hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Nasri mengajukan banding dengan alasan citra Sunda Empire tercoreng di mata internasional.

Hal itu diungkapkan kuasa hukum Erwin Syahduddi. Menurut dia, berdasarkan hasil diskusi, Nasri berencana mengajukan banding atas putusan hakim 2 tahun penjara.

"Pak Nas ini ada sedikit yang mengganjal karena alasan yang seperti itu yang saya jelaskan. Alasannya ketika Sunda Empire di vonis bersalah jadi Sunda Empire di mata internasional itu menjadi terganggu lah ruang geraknya," ujar Erwin saat dihubungi, Selasa (3/11/2020).

Erwin menjelaskan berdasarkan informasi yang didapat, Nasri mengaku citra Sunda Empire tercoreng akan berpengaruh ke proses pencairan dana di Bank Swiss.

"Karena nanti kaitannya dengan pencarian dana di Swiss bank seperti yang beliau sampaikan," tuturnya.

Untuk teknis pengajuan banding, sambung Erwin, nanti sejumlah anggota Sunda Empire akan menghubunginya. Menurut Erwin, sudah ada beberapa anggota Sunda Empire yang menghubunginya.

"Terus memang ada yang menghubungi, cuma sudah saya jelaskan dan sampaikan kalau memang ingin melakukan upaya hukum banding lebih baik nanti diajukan sendiri disampaikan kepada jaksa, kemudian nanti bisa didaftarkan di pengadilan, kalau enggak nanti berupaya untuk mencari kuasa hukum yang ada di Bandung biar mobilitasnya lebih enak," tuturnya.

Disinggung soal istri Nasri Banks yang juga terdakwa Raden Ratna Ningruk, Erwin mengatakan kemungkinan besar Ratna akan mengikuti sikap suaminya.

Sedangkan untuk Raden Rangga Sasana, kata Erwin, menerima putusan hakim. Sehingga, Rangga tak akan mengajukan banding.

"Pak Rangga dari awal sampai sekarang itu, sudah sepemahaman dengan kita kuasa hukum. Karena hakim sudah cukup bijak meski tidak mengabulkan pembelaan kita karena pandangan yang terlalu kaku dalam menafsirkan hukum," katanya

Sebelumnya, Tiga petinggi Sunda Empire dinyatakan terbukti bersalah menyebarkan berita bohong hingga menimbulkan keonaran. Ketiga petinggi divonis 2 tahun penjara.

Putusan dibacakan majelis hakim yang diketuai oleh T Benny Eko Supriyadi di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (27/10/2020). Ketiga terdakwa yakni Nasri Banks, Raden Ratna Ningrum dan Raden Rangga Sasana hadir mendengarkan putusan tersebut.

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap ketiga terdakwa pidana masing-masing dua tahun," ucap hakim saat membacakan amar putusannya.

Dalam putusannya, hakim menyatakan ketiganya terbukti bersalah menyiarkan berita bohong hingga menimbulkan keonaran. Hal itu sesuai dengan dakwaan jaksa penuntut umum yang sesuai Pasal 14 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 tahun 1946.

(dir/mso)