Lakoni Aksi Aborsi, Bidan Pandeglang Pasang Tarif Rp 2,5 Juta

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 15:58 WIB
Ilustrasi penemuan mayat bayi (Dok detikcom)
Ilustrasi mayat bayi (Dok detikcom)
Serang -

Tiga orang jadi tersangka kasus aborsi di Klinik Sejahtera di Kampung Cipacung, Kecamatan Kaduhejo, Pandeglang. Ketiganya adalah bidan NN (53), asistennya, E (38), dan RY (23), pelaku aborsi ke janin yang masih berusia satu bulan.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi menerangkan untuk tersangka NN dan E dijerat Pasal 194 jo Pasal 73 UU tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda Rp 1 miliar.

"Sangkaan pasal ini disangkakan ke seorang bidan tadi. Sebagai pelaku yang menggugurkan yang melakukan proses pengguguran," kata Edy saat ditemui wartawan di Mapolda Banten, Senin (2/11/2020).

Untuk tersangka RY, dijerat Pasal 346 karena dengan sengaja menggugurkan dan mematikan kandungannya. Ia diancam pidana 4 tahun penjara.

Sedangkan pria inisial W, yang juga diduga kekasih RY, saat ini berstatus saksi. Ketiga orang yang jadi tersangka masih menjalankan pemeriksaan di Mapolda Banten.

Menurutnya, aborsi yang dilakukan klinik tersebut bertarif Rp 2,5 juta. Ada informasi praktik aborsi sudah dilakukan beberapa tahun oleh pelaku.

"Modusnya menggunakan klinik dan yang menurut kami illegal dan berisiko terhadap kematian," ujar Edy.

(bri/bbn)