Keren! Jalan Bapa Ampi Cimahi Dipenuhi Mural Bahaya COVID-19

Whisnu Pradana - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2020 20:48 WIB
Bahaya COVID-19 terus mengintai masyarakat sehingga perlu diingatkan dengan berbagai cara soal bahaya virus asal Cina tersebut, salah satunya dengan mural edukatif.
Foto: Whisnu Pradana
Cimahi -

Bahaya COVID-19 terus mengintai masyarakat sehingga perlu diingatkan dengan berbagai cara soal bahaya virus tersebut, salah satunya dengan mural edukatif.

Pengemasan sosialisasi dengan media mural dirasa lebih efektif dan mengena di masyarakat. Mereka tak perlu banyak membaca, namun pesannya tersampaikan melalui gambar tersebut.

Salah satunya mural di Jalan Bapa Ampi, RW 05, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Beberapa tembok rumah warga dan Posyandu kini berhiaskan mural tematik soal bahaya COVID-19 dan ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD).

Ketua RW 05 Aries Wahyudi mengatakan gagasan pembuatan mural edukasi pencegahan COVID-19 dan DBD itu semata-mata untuk mengingatkan warga agar terus menerapkan pola hidup sehat.

"Ini sebetulnya inisiatif warga untuk terus ingat pada bahaya COVID-19. Tapi karena semua fokus ke COVID-19, justru lupa ke bahaya DBD padahal lebih fatal akibatnya," ungkap Aries saat ditemui detikcom, Jumat (30/10/2020).

Mural dengan beragam gambar dan warna itu dibuat oleh seniman asal Kota Bandung, Andi Sopiandi. Beberapa gambar yang dilukiskan sang seniman yakni seorang bocah yang memakai masker, cara mencuci tangan, dan seorang pria di dalam rumah lalu di sampingnya ada cicak yang mengintai nyamuk.

Aries menceritakan makna dari masing-masing gambar yakni bagaimana mencegah COVID-19 dengan memakai masker dan rajin mencuci tangan. Lalu betapa bahayanya COVID-19.

"Tapi yang paling bermakna itu gambar pria di dalam rumah selama COVID-19 yang mengkhawatirkan hidupnya. Lalu di atasnya ada cicak yang mengintai nyamuk sebagai analogi DBD. Tapi di balik cicak yang mengintai nyamuk, kita diingatkan jangan risau soal rezeki. Cicak yang ditembok saja bisa makan nyamuk yang terbang," katanya.

Ia berharap mural yang dibuat bisa menekan penyebaran COVID-19 dan DBD khususnya untuk warga di lingkungannya. "Tentu harapannya mural ini bisa berhasil mengintervensi kasus COVID-19 dan mencegah DBD karena memunculkan kesadaran warga," tandasnya.

Sementara itu, sang pelukis mural Andi Sopandi mengatakan karya yang dibuatnya berisikan pesan tentang bahaya COVID-19 dan DBD. Namun dikemas secara jenaka tanpa menghilangkan substansinya.

"Mural ini tentang imbauan bahaya COVID-19 dan DBD di musim hujan. Karya terakhir itu yang anak kecil di dalam rumah. Jadi menyasar anak-anak dan orang dewasa," ungkap Andi.

Pemaknaan gambar-gambar tersebut, kata Andi, juga sangat luas. Seperti soap kondisi pandemi yang membuat banyak orang terdampak secara ekonomi dan menjadi kekhawatiran tersendiri.

"Pemaknaan soal mural itu banyak. Seperti diam di rumah saja karena kondisi sedang COVID-19, jangan khawatir soal rezeki karena kita lihat cicak yang ditembok saja makannya nyamuk yang terbang," bebernya.

Mural dianggap menjadi sarana edukasi yang lebih efektif ketimbang sosialisasi lisan maupun bentul tulisan mengingat tak semua orang mau menyempatkan waktu membaca pesan di flyers atau spanduk.

"Mural tentu akan lebih efektif karena kadang orang malas membaca sosialisasi tulisan. Kalau yg seperti ini tentu lebih menarik buat anak dan orang dewasa," tandasnya.

Simak video 'Tambah 3.143, Kasus Positif Covid-19 RI Per 31 Oktober Jadi 410.088':

[Gambas:Video 20detik]



(ern/ern)