Ratusan Wisatawan Situ Gede Rapid Test, Dua Orang di Geopark Ciletuh Reaktif

Deden Rahadian, Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2020 16:25 WIB
Rapid test di geopark ciletuh
Foto: istimewa
Sukabumi -

Wisatawan di sejumlah tempat wisata Jawa Barat dicegat untuk rapid test. Di kawasan Geopark Ciletuh ditemukan dua wisatawan yang reaktif. Tes rapid juga dilakukan di kawasan Situ Gede Tasikmalaya.

Kepala Seksi Deteksi Dini Bidang Trantib Satpol PP Provinsi Jabar, Ukun Kundarsyah mengatakan ia dan personelnya melakukan pengawasan di lokasi keramaian khususnya di destinasi wisata Kabupaten Sukabumi berbarengan dengan Dinkes Kabupaten Sukabumi untuk memantau pelaksanaan rapid test.

"Pemantauan langsung di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Citepus, dari 25 sampel ada 2 orang yang reaktif dan sudah diimbau oleh Satpol PP Kabupaten sukabumi dan tim untuk diistirahatkan dan mengisolasi diri. Nanti akan ditindaklanjuti (penanganan) oleh Satpol PP, Kabupaten Sukabumi dan pengawasan Dinkes," kata Ukun kepada awak media, Sabtu (31/10/2020).

Pantauan detikcom, selain personel Satpol PP terlihat juga petugas Dishub dan personel TNI yang mengawal proses pengambilan sampel rapid. Ukun menjelaskan Rapid test dilakukan di tiga titik yakni pantai Citepus, Ciletuh dan Cimaja. Selain memantau wisatawan, petugas yang melakukan penjagaan juga mensosialisasikan soal protokol kesehatan kepada masyarakat.

"Kami mengimbau mengingatkan soal protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Sekiranya (lokasi wisata) penuh warga kami imbau untuk mengurungkan niat atau membatalkan rencana wisatanya. Karena dari keramaian ini bisa saja ada yang reakttif sehingga timbul atau terjadi kontak penyebaran," lanjut Ukun yang juga Ketua Tim Pengawasan Penerapan 3M Provinsi Jabar untuk Kabupaten Sukabumi.

Dihubungi terpisah, Kabid P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinkes Kabupaten Sukabumi, Andi Rahman membenarkan selama dua hari, yakni hari ini dan besok atau Minggu (1/11) pihaknya akan melakukan rapid kepada para wisatawan. Meski begitu Andi mengaku belum menerima jumlah keseluruhan terkait status mereka yang telah di rapid.

"Belum menerima informasi (jumlah reaktif) ada yang langsung ke google form langsung ke propinsi, ada yang manual. Kita belum menerima berapa (jumlahnya), mungkin sore kan berlangsung dua hari. Langkah ini merupakan bentuk antisipasi pencegahan penyebaran Covid wisatawan dari luar kota ke masyarakat kita," singkat Andi.

Sementara itu rapid test juga digelar di Kawasan Wisata Situ Gede, Sabtu (31/10/2020). Ratusan pengunjung asal luar Kota Tasikmalaya terpaksa harus jalani Rapid test di tempat.

"Kita mengantisipasi Penyebaran Covid 19 saat libur panjang maka dilakukan kegiatan Rapid test masal di Kawasan Wisata", Ujar Ucu Anwar, Kepala BPBD Kota Tasikmalaya, di lokasi.

Meski sempat terganggu, namun Pengunjung asal Bandung, Purwakarta, Bekasi antusias mengikuti rapid Tes masal di tempat wisata. Sebagian sudah pernah rapid test, namun sebagian belum.

"Saya dari Purwakarta mau jenguk sodara mampir dulu makan di sini. Ada rapid test. Syukur aja jadi kita tau kondisi kesehatan kita. Alhamdulillah saya dan keluarga nin reaktif" Ucap Endang Rahmat, Pengunjung Asal Purwakarta.

Selain rapid test masal, Petugas juga menghukum wisatawan lokal yang abai protokol kesehatan. Mereka diberi sanksi sosial menyapu fasilitas umum. Mereka juga diminta rapid test langsung usai menyapu.

Sejumlah pelanggar yang kena sanksi sempat tidak serius menjalankan sanksi. Petugas langsung memarahinya serta memberi contoh cara menyapu yang benar.

"Saya mau lihat pemandangan di situ pak. Sambil makan. Masker bawa tapi tanggung lagi dimotor enggak dipakai," Ungkap Ridwan salah satu pelanggar.

Tonton video 'Hari Ketiga Rapid Test Massal di Puncak, 12 Orang Reaktif':

[Gambas:Video 20detik]



(sya/ern)