92 Rumah Terdampak Puting Beliung di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 17:36 WIB
Ada 92 rumah yang terdampak bencana puting beliung yang terjadi di Desa Tugu Bandung, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.
Rumah rusak akibat puting beliung di Kabupaten Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Kabupaten Sukabumi -

Kepala Bidang Kedaruratan Logistik, BPBD Kabupaten Sukabumi Maman Suherman mengatakan ada 92 rumah yang terdampak bencana puting beliung yang terjadi di Desa Tugu Bandung, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Dari jumlah tersebut, 43 di antaranya rusak berat atau sangat parah, sisanya rusak sedang dan ringan.

Upaya pemberian bantuan masih terus dilakukan termasuk dukungan dari para relawan sosial yang berdatangan tidak lama setelah kejadian. "Bencana angin puting beliung ini memang yang rusak pada umumnya atap, sehingga kami BPBD memberikan bantuan sementara berupa terpal, untuk menutup rumah-rumah. Kecuali untuk yang hancur, ini harus segera di tangani. Insyaallah dalam waktu dekat kami akan menghadap pimpinan bagaimana kira-kira program yang tepat untuk penanganan bencana penanganan puting beliung di kecamatan ini," kata Maman kepada detikcom, Jumat (30/10/2020).

Pihak BPBD, kata Usman, tidak mendirikan posko penampungan warga. Sebab beberapa korban memilih untuk mengungsi di rumah kerabat atau di tetangganya yang tidak terdampak.

"Warga sangat empati dengan korban bencana, mereka menampung mereka yang menjadi korban untuk tinggal sementara. Ada di empat titik untuk lokasi warga mengevakuasi diri di tetangga dan kerabatnya," ujar Maman.

Ia menjelaskan ada empat lokasi yang terdampak puting beliung yang terjadi pada Kamis (29/10) sore. "Korban jiwa enggak ada, hanya memang ada satu orang yang luka. Langsung ditangani puskesmas setempat, hari ini sudah sehat. Kami fokus menyalurkan bantuan termasuk dari bantuan presiden ada paket sembako dan terpal ditambah bantuan tenaga serta bantuan lain dari para relawan," tutur Maman.

Eman, warga Kampung Kaladi II, RT 02/ 06, menjelaskan peristiwa terjadi pada saat menjelang sore hari. Awalnya ada gumpalan angin kecil tersapu ke atas, kemudian angin tersebut malah semakin besar dan terjadilah puting beliung yang menghancurkan rumah warga.

"Saya kaget, saat hujan lebat ada angin kencang dan gemuruh begitu saja. Saya pun langsung keluar rumah berlarian bersama warga lainnya untuk menyelamatkan diri," ucap Eman.

Sejumlah rumah warga rusak. Ada tembok rumahnya roboh dan atap berterbangan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

(sya/bbn)