Longsor Dekat Tol Cipularang KM 116, BPBD Bandung Barat: Tak Mengancam

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 10:44 WIB
longsor di Bandung Barat.
Foto: Longsor di Bandung Barata (Istimewa).
Bandung Barat -

Tebing setinggi 30 meter di Kampung Parakan RT 03/08, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami longsor pada Rabu (28/10/2020) sore.

Titik longsor berjarak sekitar 50 meter dari ruas Jalan Tol Cipularang, KM 116, Bandung arah Jakarta. Namun longsor tersebut tidak sampai mengancam badan jalan tol karena jarak dari titik longsor cukup jauh. Ditambah lokasinya berada di bawah sawah yang membatasi badan jalan tol dengan titik longsor.

Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo menjelaskan, longsor tersebut mengakibatkan tertimbunnya perkebunan milik warga seluas kurang lebih 50 meter persegi.

"Kita terima laporan adanya longsor di dekat Tol Cipularang KM 116. Tapi jarak titik longsor dengan badan jalannya cukup jauh, sekitar 50 meter jadi tidak mengancam," ungkap Duddy, Kamis (29/10/2020).

Hujan dengan intensitas tinggi dam durasi cukup lama disinyalir menjadi penyebab longsor tersebut. Belum lagi kondisi lereng yang curam dan kondisi tanah yang labil membuat longsor sangat mudah terjadi.

"Penyebabnya ini karena hujan deras jadi tanah terus tergerus air sampai akhirnya longsor. Kondisi tanahnya juga labil," katanya.

Longsor tersebut tidak mengancam pemukiman warga karena berjarak 1 kilometer lebih dari titik longsor. Dampak yang ditimbulkan pun tidak terlalu parah.

"Kalau ke permukiman tidak akan berdampak karena jaraknya lebih dari 1 kilometer. Kalau dibandingkan dengan longsor di KM 118 beberapa bulan lalu, yang sekarang jauh lebih kecil jadi tidak mengganggu," terangnya.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak Jasa Marga selalu pemilik ruas jalan tol. Berdasarkan hasil pemantauan, longsor tersebut tidak sampai mengganggu arus lalulintas di ruas jalan tol tersebut.

"Hasil kajian teknis masih dilakukan Jasa Marga, tapi laporan awal tidak berdampak ke arus lalulintas jadi masih aman dilalui. Personel BPBD juga sudah kita tarik semua dari lokasi longsor ke pos di objek wisata," tandasnya.

Sementara itu, Jasa Marga memastikan lokasi longsor jauh dari jalan tol dan tak akan menggangu arus lalu lintas. Hasil peninjauan ke lokasi, bencana tersebut berada di batas ruang milik jalan (Rumija) Jasa Marga dengan milik warga.

"Kami sudah ke lapangan untuk mengecek ke lokasi melalui petugas patroli jalan tol. Ternyata lokasi di luar Rumija kita, cuma memang berbatasan," ujar Humas Jasa Marga, Ade Januar, Kamis (29/10/2020).

Pihaknya memastikan longsor tak bakal mengganggu arus lalulintas di ruas Jalan Tol Cipularang mengingat saat ini sedang dalam masa libur panjang hingga Minggu (1/11/2020).

"Kami pastikan longsor tidak akan mengganggu arus lalu lintas dan badan jalan Tol Cipularang. Teman-teman patroli sudah memastikan langsung ke lapangan," jelasnya.

Simak juga video 'Antisipasi Pemerintah Atasi Bencana Hidrometeorologi di Masa Pandemi Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)