Libur Panjang, Objek Wisata Sumedang Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Muhamad Rizal, Muhammad Iqbal - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 17:13 WIB
Objek wisata di Sumedang diwajibkan menerapkan protokol kesehatan
Objek wisata di Sumedang diwajibkan menerapkan protokol kesehatan (Foto: Muhamad Rizal)
Sumedang -

Menjelang libur panjang dan cuti bersama yang jatuh pada tanggal 28 Oktober hingga 1 November 2020. Sejumlah Obyek Wisata di Kabupaten Sumedang di wajibkan menerapkan protokol kesehatan.

Salah satunya obyek wisata Kampung Karuhun yang berada di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang tengah mempersiapkan prokes secara Ketat. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Pengelola Kampung Karuhun Hendra Hendrawan mengatakan, pihaknya telah menyiapkan Protokol Kesehatan secara ketat di obyek wisata tersebut, hal itu untuk mencegah penyebaran COVID-19, terutama mengantisipasi wisatawan yang datang dari zona merah.

"Iya semua pengunjung akan diberlakukan sesuai standar pencegahan COVID-19, dan kami sudah siapkan protokol kesehatan mulai dari pengecekan suhu tubuh dengan thermal gun, tempat cuci tangan, dan diberi batas jaga jarak di tiap pintu masuk," kata Hendra saat ditemui di Kampung Karuhun, Selasa (27/10/2020).

Menurut Hendra, pihaknya tidak melarang wisatawan yang datang dari zona merah, namun bagi pengunjung yang datang harus memperlihatkan surat keterangan sehat dari dinas kesehatan. Selain itu juga, pihaknya akan membatasi kapasitas pengunjung, yang biasanya 2000 pengunjung, kini hanya menjadi 1000 pengunjung.

"Iya tentu kita tidak melarang wisatawan luar yang akan berwisata ke kampung karuhun terutama orang dari zona merah, tapi harus ada syaratnya menunjukan keterangan sehat COVID-19," ucapnya.

Hendra menuturkan, pihak kampung karuhun sendiri sudah menyiapkan satgas COVID-19, yang nantinya dua Jam sekali akan menghimbau semua pengunjung yang datang ke Obyek Wisata tersebut. Selain itu Obyek Wisata Kampung Karuhun juga sudah menyiapkan masker bagi wisatawan yang tidak menggunakan masker.

"Kami siapkan satgas COVID-19 yang nantinya akan memberi himbauan bagi pengunjung, jika ada kerumunan dan tidak menjaga jarak, nanti tim kami akan menegurnya dan tim ini akan terus mobile tiap dua jam sekali," katanya.

Sementara itu Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan kebijakan ini dilakukan karena Kabupaten Sumedang saat ini sedang menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

"Karena sekarang Sumedang fase AKB, artinya bagaimana rakyat bisa produktif, namun protokol kesehatan dijalankan," kata Dony saat peluncuran aplikasi sistem pelayanan konci bumi di RSUD Sumedang, Senin (26/10).

Menurut Dony, karena fase AKB ini pihaknya tidak bisa melarang-larang siapapun yang berkunjung ke Sumedang, termasuk yang dari zona merah.

"Tak ada larangan wisatawan dari zona merah, kami tidak biasa larang orang masuk (Sumedang)," ucapnya.

Meski tak ada larangan, namun Dony berharap warga yang datang dari zona merah mempertimbangkan lagi jika ingin mengisi liburan dengan berwisata ke Sumedang. Jangan sampai memberikan efek penularan virus Corona di Sumedang.

"Silakan kalau mau datang, asalkan menjalankan protokol kesehatan secara sehat, mau tidak mau harus karantina mandiri selama 14 hari, jangan langsung datang ke tempat wisata," ujarnya.

Lebih jauh Dony mengatakan, terkait libur panjang ini Ia meminta pengelola tempat wisata menyiapkan sarana protokol kesehatan secara lengkap, dan efektif menjalankan protokol kesehatan, seperti dari pengecekan suhu tubuhnya dengan thermar gun, tempat cuci tangan, dan menerapkan jaga jarak serta selalu menggunakan masker.

"Dan setiap tempat wisata harus ada satgas internal untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik. Seperti woro-woro jika ada kerumunan dan jaga jarak, jadi satgas ini harus terus mobile," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2