Satu PNS Pemkot Tasikmalaya Positif Corona

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 15:18 WIB
Poster
Ilustrasi pandemi Corona (Ilustrator: Edi Wahyono)
Tasikmalaya -

Sejumlah ruangan di Bale Kota Tasikmalaya ditutup sementara usai ditemukannya seorang pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN) yang terkonfirmasi positif COVID-19. Penyemprotan disinfektan pun dilakukan di Bale Kota, sambil petugas melakukan tracing atau pelacakan kontak erat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat mengatakan PNS yang terkonfirmasi positif tersebut merupakan pasien asimptomatik atau orang tanpa gejala (OTG). Saat ini, PNS tersebut tengah melakukan isolasi di fasilitas kesehatan milik pemerintah kota.

"Karena melakukan isolasi mandiri tidak memungkinkan, kita rawat di fasilitas isolasi yang disiapkan pemerintah, ke depan kondisinya mudah-mudahan lebih baik lagi. Bisa dicek ulang lagi setelah tujuh hari ke depan, setelah negatif kita izinkan untuk pulang," ujar Uus saat dihubungi detikcom, Selasa (27/10/2020).

Uus mengatakan tracing sudah dilakukan kepada 10 orang kontak erat dari PNS tersebut. Rencananya hari ini pun dilakukan pelacakan lanjutan bagi kontak erat di sekitar area kerja ASN tersebut.

"Kalau kemarin belum banyak karena ada beberapa orang yang kita lakukan pelacakan, kemarin itu kurang lebih 10 orang. Nah, tapi kan itu bisa berkurang dan bertambah (jumlah kontak erat) sesuai dengan kriteria kontak erat yang ada di kita, mudah-mudahan bisa selesai semua hari ini," ucapnya.

"Untuk ruangan kerja, masih ditutup sementara sejak kemarin begitu diketahui ada yang positif di bagian tersebut. Kita tutup sementara dan akan dilakukan penyemprotan hari ini, pembersihan gitu kan, yang berkenaan dengan ruang kerja tersebut. Kalau tracing sudah selesai bisa dibuka kembali dalam 3 - 4 hari ke depan, kita kebetulan ada cuti bersama sehingga ada jeda dulu. Alhamdulillah tuntas kalau untuk ruangan tidak ada masalah," tutur Uus melanjutkan.

Satgas Penanganan COVID-19 Kota Tasikmalaya pun menargetkan pelacakan 800 orang per minggu, walau begitu Uus mengaku masih ada sejumlah keterbatasan untuk mencapai target tersebut. "Kita upayakan mulai minggu depan mesin PCR yang ada di kita bisa beroperasi dan kita selama ini sudah berjalan, kita dapat bantuan dari provinsi satu unit mesin PCR portabel. Tapi sekali running hanya delapan (spesimen), kalau memang dilakukan lagi harus berkali-kali, karena kalau ingin mencapai 40 harus lima kali," ujarnya.

"Nah alhamdulillah kita dapat bantuan juga dari BNPB satu unit mesin PCR, tinggal melengkapi supaya bisa beroperasi dan semakin maksimal, yang kita lakukan ada laboratorium di labkesda, mudah-mudahan minggu ini instalasi alat, kemudian dari SDM, ruangannya juga disiapkan karena perlu ruangan khusus. Mudah-mudahan setelah itu selesai bisa secepatnya kita penuhi," ujar Uus.

(yum/bbn)