Selain Tewaskan Pasutri, Banjir Bandang Pangandaran Juga Rusak 13 Rumah

Faizal Amiruddin - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 14:17 WIB
Rumah rusak di Pangandaran diterjang banjir bandang.
Foto: Rumah rusak di Pangandaran diterjang banjir bandang (Istimewa).
Pangandaran -

Bencana banjir bandang yang terjadi di Desa Pasirgeulis Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran Selasa (27/10/2020) tak hanya mengakibatkan Irut (70) dan istrinya Sunarsih meninggal dunia. 13 rumah di desa tersebut juga mengalami kerusakan.

Kerusakan rumah beragam dari ringan hingga berat. Seperti rumah milik warga Encuk dan Edi Sugianto mengalami rusak berat akibat disapu banjir lumpur dan tertimpa pohon. Selain itu material longsoran juga menutup jalan.

"Selain di Desa Pasirgeulis, dampak banjir bandang juga terjadi di Desa Karangmulya dan desa lainnya tapi masih kami lakukan pendataan," kata Camat Padaherang Kustiaman.

Kustiaman menjelaskan sebenarnya kondisi perbukitan di wilayah tersebut dalam kondisi rimbun atau bukan merupakan lahan kritis. "Hutannya masih bagus kok, ini lebih karena curah hujan yang tinggi dan lokasi pemukiman yang terlalu dekat dengan bukit," kata Kustiaman.

Mengenai penyebab kerusakan rumah yang menewaskan Irut dan istrinya, Kustiaman menjelaskan hal itu disebabkan oleh tergerusnya serumpun pohon bambu yang berada di atas bukit lalu menerjang rumah korban. "Itu akibat dapuran awi sebesar rumah hanyut tergerus air lalu menabrak rumah korban," kata Kustiawan.

Ai tetangga korban mengatakan hujan mengguyur wilayah itu sejak pukul 9 malam. "Tengah malam saya merasakan getaran seperti gempa. Lalu saya mengungsi ke rumah saudara di lebak (bawah), karena takut longsor. Pas habis subuh ternyata rumah Pak Irut sudah ambruk. Setelah digali ternyata sudah meninggal," kata Ai seraya mengatakan rumahnya mengalami rusak ringan akibat dihempas lumpur saja.

Plt Kepala BPBD Kab Pangandaran Suheryana mengatakan secara geografis wilayah Kecamatan Padaherang sebelah barat memang rawan longsor dan banjir. Sehingga jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi warga diminta waspada.

"Warga harus waspada, sebaiknya mengungsi dulu jika terjadi hujan deras, apalagi bagi warga yang rumahnya berada di dekat tebing," kata Suheryana.

Bencana alam yang terjadi di wilayah Kabupaten Pangandaran, tak hanya banjir bandang di Kecamatan Padaherang. Di wilayah Kecamatan Sidamulih pun terjadi bencana banjir. Sebanyak 92 rumah di Dusun Cimanggu Desa Cikalong Kecamatan Sidamulih terendam banjir. Ketinggian air mencapai selutut orang dewasa.

Camat Sidamulih Dedi Surahman mengatakan 92 rumah yang tergenang banjir itu terdapat di wilayah RW 01 dan RW 02. "Tidak ada korban jiwa maupun luka, namun kerugian materil cukup besar dan aktivitas warga terganggu," kata Dedi.

Dia menambahkan ada 270 jiwa warganya yang terdampak oleh musibah banjir. Dia menyebut air yang membanjiri perkampungan warga ini merupakan air luapan sungai Citonjong, setelah hampir semalaman wilayah ini diguyur hujan deras.

Selain di Kecamatan Sidamulih, banjir juga terjadi di Dusun Karangnangka Desa Bojong Kecamatan Parigi. Ketinggian air di wilayah ini sampai selutut orang dewasa dan menggenangi puluhan rumah warga.

Sampai pukul 14.30 WIB, genangan banjir mulai surut. Warga berharap hujan tak kembali turun agar genangan banjir benar-benar kering dan mereka bisa beres-beres rumahnya yang sempat terendam.

(mso/mso)