Mau ke Lembang Saat Libur Panjang, Ini Jalur Alternatif yang Disarankan

Whisnu Pradana - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 14:12 WIB
Ini jalur alternatif menuju Lembang yang disarankan polisi
Ini jalur alternatif menuju Lembang yang disarankan polisi (Foto: Whisnu Pradana)
Bandung Barat -

Wisatawan yang hendak berkunjung ke kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat dari arah Kota Bandung tidak disarankan melalui jalur alternatif melalui Punclut, Ciumbuleuit.

Meskipun diperbolehkan namun hanya boleh dilintasi kendaraan roda empat ukuran kecil dan roda dua. Sementara kendaraan besar seperti bus dan truk tidak boleh melintasi jalur tersebut.

KBO Satlantas Polres Cimahi Iptu Erin Heriduansyah mengungkapkan jalur Punclut rawan dilintasi karena jalannya yang sempit dan menanjak. Hal tersebut bakal menyulitkan pengendara terutama yang belum memahami medan.

"Kami tidak menyarankan wisatawan yang mau ke Lembang lewat jalur Punclut apalagi yang pakai bus. Karena aksesnya sempit dan jalurnya berkelok serta menanjak. Apalagi ada tanjakan naga, yang sering terjadi kecelakaan," ungkap Erin, Selasa (27/10/2020).

Pihaknya menyarankan jalur alternatif melalui Terminal Dago menuju Jalan Maribaya. Meskipun sama-sama sempit, namun tidak securam dan seberbahaya jalur Punclut.

"Lebih baik memilih jalur Terminal Dago belok kiri lalu masuk ke Jalan Dago lalu nanti keluar di Jalan Maribaya. Sama-sama sempit, tapi tidak seberbahaya jalur Punclut," terangnya.

Sementara untuk wisatawan yang datang dari arah barat seperti Padalarang dan Cimahi bisa menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Kolonel Masturi. Nantinya kendaraan akan keluar di Simpang Beatrix atau bisa melalui Cihideung untuk keluar di Jalan Setiabudi.

Jalan alternatif dari Cimahi menuju kawasan Lembang tidak disarankan untuk dipilih wisatawan karena sedang dalam tahap pengecoran sehingga sering mengalami kemacetan.

"Kalau melintas jalan Kolonel Masturi hingga ke dekat kawasan objek wisata Imah Seniman agar berhati-hati karena jalur yang berkelok, menurun curam, serta rawan longsor dan licin di musim hujan," terangnya.

Untuk mengawal libur panjang di kawasan wisata Lembang, pihaknya menerjunkan 80 personel yang akan disebar di beberapa titik termasuk di pintu masuk objek wisata mengantisipasi adanya penumpukan kendaraan.

"80 personel yang akan difokuskan di Lembang, nanti akan disebar termasuk di kawasan objek wisata. Tapi ada juga personel yang ditempatkan di Cimahi dan Padalarang," katanya.

Pihaknya memprediksi wisatawan baru mulai masuk ke kawasan wisata Lembang pada hari pertama libur panjang. Wisatawan yang datang kebanyakan berasal dari Jakarta, Karawang, Bekasi, dan daerah lainnya.

"Kemungkinan wisatawan baru akan tiba di Lembang hari pertama libur panjang. Kalau besok belum, mungkin baru persiapan memulai perjalanan," terangnya.

Jika terjadi penumpukan kendaraan wisatawan, pihaknya bakal menerapkan cara bertindak rekayasa lalulintas seperti oneway. Namun penerapannya bergantung pada kondisi kendaraan di jalan raya.

"Kalau ada penumpukan biasanya langsung kita lakukan penarikan kendaraan ke atas atau sebaliknya, tergantung pada kondisi di lapangan," tandasnya.

(mud/mud)