6 Rumah dan 1 Musala Rusak Akibat Sawah Longsor di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 20:04 WIB
Sejumlah rumah dan musala di Sukabumi rusak terkena longsor
Sejumlah rumah dan musala di Sukabumi rusak terkena longsor (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Enam rumah warga dan satu musala di Kampung Ciseupan Hilir RT03/RW06 Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi rusak akibat longsor yang terjadi pada Senin (26/10/2020) sore.

Informasi diperoleh detikcom, tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. 10 orang penghuni rumah selamat dan dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengatakan longsor terjadi saat hujan deras mengguyur lokasi kejadian.

"Dikarenakan hujan deras mengakibatkan terjadi retakan di sawah warga yang menimbulkan longsoran besar mengakibatkan rumah warga mengalami rusak berat, sedang dan ringan, untuk penghuni seluruhnya selamat dan dievakuasi ke rumah kerabatnya," kata Daeng.

Longsor akibat hujan deras juga terjadi pada Minggu (25/10) di Desa Karangjaya, Kecamatan Gegerbitung. Longsor akibat hujan deras mengakibatkan longsornya tebing.

"Peristiwa kemarin sekitar pukul 05.00 WIB, kediaman korban atas nama Rita Nurani (44). Tidak ada korban jiwa seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri," kata Daeng.

Daeng mengimbau warga untuk waspada terutama yang tinggal di daerah yang rentan terjadinya longsor.
"BPBD dalam hal ini terus mengimbau pada masyarakat apabila terdapat kejadian serupa ataupun lainnya dapat menghubungi call center (0266) 6323717," pungkas Daeng.

Sementara itu, informasi yang diperoleh detikcom genangan air akibat hujan deras terjadi di ruas jalan utama Sukabumi - Bogor tepatnya di kawasan pertokoan Kecamatan Cibadak. Air menggenang mengakibatkan sejumlah pengendara kesulitan melintas.

"Ketinggian air sampai hampir selutut pria dewasa, mobil enggak bisa lewat harus pelan-pelan. Tadi saya lihat ada beberapa angkutan umum yang mogok karena rendaman air, kejadian ini terus berulang setiap hujan. Mungkin karena drainase di bahu jalan kurang baik," kata Yogi, salah seorang pengguna jalan.

(sya/mud)