Bocah Tewas Terperosok-Terseret Air Selokan, Ini Respons Walkot Cimahi

Whisnu Pradana - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 16:49 WIB
Bocah di Cimahi terperosok ke dalam drainase hingga terseret arus air sejah 700 meter.
Bocah di Cimahi tewas usai terperosok ke selokan (Foto: Istimewa)
Cimahi -

Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna angkat bicara soal meninggalnya seorang bocah berusia 13 tahun akibat terperosok dan terseret air drainase Jalan Daeng M Ardiwinata, Minggu (25/10/2020) sore.

Korban atas nama Alycia Nur Azzahra terseret arus banjir di drainase sejauh 700 meter. Ia dikeluarkan dari drainase dengan kondisi kritis, sempat dilarikan ke RSUD Cibabat namun nyawanya tak tertolong.

Ajay menyebut tak ada kelalaian dalam proses pengerjaan drainase dan trotoar yang merenggut nyawa korban. Semua proses pengerjaan drainase di Kota Cimahi sudah sesuai spesifikasinya dan rutin dilakukan pemeliharaan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi.

"Kami turut berbelasungkawa atas kejadian tersebut. Tapi drainase ini sudah sesuai spesifikasi. Dengan kejadian ini tentunya kami langsung rapat dinas. Salah satunya mengantisipasi hal yang tak diinginkan ke depannya," ungkap Ajay saat ditemui, Senin (26/10/2020).

Semua drainase yang menjadi tanggung jawab Pemkot Cimahi memiliki penutup sebab hampir semuanya berfungsi juga sebagai trotoar atau akses khusus pejalan kaki.

"Semua kita periksa dan kondisinya berfungsi baik. Dinas PUPR dan DPKP terus kami minta untuk memeriksa ulang agar kejadian serupa tidak terulang lagi," bebernya.

Kepala Bidang Bina Marga pada DPKP Kota Cimahi Wilman Sugiansyah menambahkan ukuran drainase yang dikerjakan pihak ketiga disesuaikan dengan kondisi jalan dan sudah dipertimbangkan dengan kondisi geografis di Kota Cimahi.

"Ukurannya tergantung kondisi dan sudah sesuai. Kita juga mempertimbangkan curah hujan di badan jalan. Drainasenya berfungsi dengan baik," jelasnya.

Pihaknya rutin melakukan pemeliharaan dan pengawasan drainase sekaligus dengan jalan. Dalam setahun, anggaran yang disiapkan untuk pemeliharaan mencapai Rp 1 miliar.

"Kita ada pemeliharaan rutin. Bila kondisi jalan rusak dan drainase langsung kita perbaiki. Kalau anggarannya dalam setahun sekitar Rp 1 miliar," pungkasnya.

Simak video 'Bocah Hilang Tenggelam di Bekas Galian Pasir Purwakarta':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)