Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Sekda: Kami Prihatin dan Sedih

Deden Rahadian - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 18:15 WIB
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman resmi ditahan KPK. Budi merupakan tersangka kasus dugaan suap ke mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo.
Foto: Ari Saputra
Tasikmalaya -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, Jumat (23/10/2020). Ia diduga menyuap pejabat Kemenkeu terkait pengajuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tasikmalaya. Orang Nomor Satu di Kota Tasikmalaya ini akan ditahan 20 hari ke depan hingga 11 November.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan mengatakan masih mengkonfirmasi kebenaran penahanan Budi Budiman oleh KPK. Kalau benar terjadi, dia mengaku prihatin dan bersedih.

"Intinya kami prihatin dan bersedih," ujar Ivan Dikcsan, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya dihubungi detikcom melalui pesan singkat Jumat sore (23/10/2020).

Ivan mengaku belum akan memberikan keterangan lebih detail terkait informasi ini. "Belum ya, saya kebetulan sedang di luar kota, akan segera pulang ke Tasik, konsul dengan Pak wakil wali kota," Ivan menambahkan.

Sementara itu, pengacara Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, belum memberikan keterangan lebih banyak terkait penahanan kliennya. Bambang Lesmana mengaku masih fokus di KPK.

"Masih di KPK. Nanti akan saya sampaikan ke teman-teman media," kata Bambang.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengaku mendapatkan informasi Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman ditahan KPK dari media. Pihaknya tetap berharap roda pemerintah di Kota Tasikmalaya tetap berjalan. Apalagi di tengah upaya pencegahan dan penanggulangan COVID-19.

"Jalannya roda pemerintahan harus tetap berjalan. Masyarakat harus tetap diprioritaskan pelayanan. Apalagi saat COVID-19," ujar Uu.

(ern/ern)