Kemensos Catat Ribuan Karyawan Hotel di Bandung Terdampak COVID-19

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 15:56 WIB
Kemensos memberikan bantuan kepada ribuan karyawan hotel terdampak Corona
Kemensos memberikan bantuan kepada ribuan karyawan hotel terdampak Corona (Foto: Istimewa)
Bandung -

Ribuan karyawan perhotelan di Kota Bandung terdampak COVID-19. Bahkan beberapa hotel menyetop operasional selama pandemi COVID-19.

Hal itu diungkapkan penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial (Kemensos) Grace Batubara. Jumlah tersebut pun didapat dari data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

"Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), sejak April ribuan hotel berhenti beroperasi di 31 provinsi di Indonesia. Tercatat empat provinsi dengan jumlah hotel terbanyak yang menghentikan operasionalnya antara lain Jawa Barat, kemudian Bali, diikuti Jawa Timur, dan juga DKI Jakarta," ucap Grace dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Jumat (23/10/2020).

Grace mengatakan di kondisi normal industri pariwisata sangat mendorong pemasukan negara melalui devisa. Namun kini industri pariwisata pula yang menjadi sektor paling terdampak akibat pandemi.

Ia menambahkan di Bandung sendiri, ada sejumlah karyawan hotel yang terkena dampak COVID-19. Ada 1.078 karyawan di 35 hotel terdampak COVID-19.

Berangkat dari hal itu, Kemensos menyalurkan bantuan kepada para karyawan yang terdampak. Adapun bantuan yang disalurkan berupa paket sembako.

"Minggu lalu sejumlah 1.536 paket bantuan sembako telah kami salurkan tahap awal kepada karyawan di 32 hotel di DKI Jakarta. Kali ini tahap kedua di Kota Bandung. Semoga dapat membantu meringankan beban selama pandemi," kata Grace.

Seorang karyawan hotel, Alfi (29) mengatakan akibat pandemi ini, pendapatannya menurun. Bahkan hotel tempatnya bekerja sebagai Kitchen terpaksa melakukan pengurangan jam kerja.

"Karena jam kerja dikurangi, gaji saya juga dikurangi 50 persen selama pandemi. Ada yang dikurangi 30 persen bahkan 70 persen. Selain itu, karena ada pengurangan karyawan, saya kadang merangkap kerja di dapur juga di bagian pengamanan," katanya.

Senada dengan Alfi, karyawan resepsionis di salah satu hotel di Bandung bernama Sansan (29) juga mengalami pengurangan jam kerja. Bahkan ia merasakan sendiri okupansi hotel yang turun drastis.

"Dampaknya kemudian ke materil ya. Sebulan biasanya ada 25 hari kerja, sekarang jadi dua minggu kerja saja. Tentunya gaji juga dikurangi," katanya.

(dir/mud)