Pria Bogor Tewas Tersambar Kereta Saat Nyebrang Sambil Main HP

M Solihin - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 15:39 WIB
Salah satu rangkaian KRL Commuterline melintas perlahan pada jalur rel yang terendam banjir di Stasiun KA Sudirman, Menteng, Jakarta, Rabu (1/1/2020). Banjir yang menggenangi sejumlah titik pada jalur rel di Jakarta berdampak pada gangguan pelayanan sejumlah rute KRL Commuterline Jabodetabek. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/pd.
  *** Local Caption ***
Ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Bogor -

Seorang pria yang belum diketahui identitasnya tewas dengan luka parah di kepala usai tertabrak commuter line di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (22/10/2020). Pria tersebut tertabrak saat menyeberang perlintasan kereta api sambil memainkan HP.

Penjaga palang pintu kereta Cecep (50) mengatakan, peristiwa tersebut terjadi ketika ia sudah menutup pintu perlintasan karena ada commuter line yang akan melintas. Namun, pria dengan jaket berwarna hitam dan putih itu terus berjalan dan menyeberangi perlintasan.

"kejadiannya pas saya lagi tutup palang pintunya kan. Tapi itu korban jalan terus, padahal palang sudah ditutup karena ada kereta mau lewat. Terus langsung ketabrak itu korbannya," cerita Cecep.

Cecep menyebut, ia dan warga sempat meneriaki korban agar tidak menyeberang karena kereta sudah dekat. Namun korban malah terus berjalan sambil memainkan handphone warna merah di tangannya.

"Warga juga sudah teriakin, supaya berhenti. Tapi dia jalan terus. Saya juga mau tarik dia tapi saya kan lagi pegang tali palang pintu. Itu pas nyeberang dia lagi mainin HP, mungkin karena terlalu fokus jadi ngga denger kereta sudah deket. Ngga denger teriakan warga sama bunyi klakson kereta," beber Cecep.

Korban yang terus berjalan, langsung tertabrak commuter line yang mengarah ke Jakarta. Korban meninggal di rumah sakit karena luka parah di bagian kepala. Saat kejadian korban memakai jaket warna hitam putih, kemeja biru garis putih dan celana hitam. Korban mengenakan sandal gunung dan tak membawa tas.

"Pas jatuh itu dia masih pegangin HP-nya. Warnanya merah. Tadi polisi langsung datang ke sini, korban sudah dibawa, infonya ke RSUD Cibinong," kata Cecep.

Cecep menyebut, di lokasi itu memang sering terjadi peristiwa orang tertabrak kereta. Sebab, kata Cecep, banyak warga yang masih tetap nekad menyeberang meski pintu perlintasan sudah ditutup.

"Orang di sini banyak yang nekat, meski sudah ditutup, ada aja yang nekat lewat. Nah mungkin yang ketabrak tadi gak ngedenger kereta lewat, kena setan budeg kali," tutup Cecep.

(mud/mud)