Polisi Pukul Mundur Demonstran, Gedung DPRD Jabar Kembali Kondusif

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 18:48 WIB
Gedung DPRD Jabar
Suasana Gedung DPRD Jabar usai demonstran ricuh, Rabu (21/10/2020). (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Suasana di Gedung DPRD Jabar berangsur kondusif usai aksi penolakan Omnibus Law berakhir ricuh, Rabu (21/10/2020) petang. Arus lalu lintas di Jalan Diponegoro yang sempat ditutup kembali dibuka selepas azan magrib.

Pantauan detikcom, aparat kepolisian masih bersiaga di sekitar Gedung DPRD Jabar dan Gedung Sate yang lokasinya memang berdekatan. Polisi dengan pakaian anti huru hara disiagakan bersama water cannon di ruas jalan tersebut.

Sebelumnya, kericuhan ini diawali saat sebagian mahasiswa menggoyang-goyangkan pagar DPRD Jabar hingga terbuka. Saat gerbang berhasil terbuka, semburan air dari mobil water cannon yang di dalam Gedung DPRD Jabar langsung menyemprot massa aksi.

Seketika itu situasi langsung pecah. Dari informasi yang dihimpun, kericuhan sempat terjadi di bawah Jembatan Surapati, tepatnya di sekitar area Taman Cikapayang. Polisi pun dengan sigap mengamankan dan menggiring demonstran lewat Jalan Aria Jipang.

Polisi memukul mundur demonstran. Pantauan di lokasi, pukul 18.05 WIB, belum diketahui berapa jumlah demonstran yang diamankan. Kejadian ini merupakan kericuhan keempat di DPRD Jabar yang terjadi sejak UU Cipta Kerja disahkan pada 5 Oktober.

Kericuhan pertama terjadi bersamaan dengan agenda Mogok Nasional yang berlangsung selama tiga hari, yakni 6-8 Oktober 2020. Ratusan orang yang diduga melakukan provokasi dan tindakan vandalisme diamankan oleh polisi ketika itu.

(yum/bbn)