Cegah Kerumunan Saat Libur Panjang, Ada Pembatasan ke Puncak Bogor?

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 12:09 WIB
Polisi Atur Lalin di Puncak Bogor
Ilustrasi jalur puncak Bogor (Foto: Istimewa)
Bandung -

Libur panjang akan terjadi di akhir bulan Oktober. Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar belum akan membatasi pergerakan kendaraan dari luar daerah ke arah Puncak, Bogor.

"Dari Dishub Jabar kita belum ada rencana adanya pembatasan pergerakan dari dan keluarnya DKI ke arah puncak, sementara masih seperti prinsip pemberlakuan AKB protokol kesehatan Covid. Jadi prinsipnya belum ada rencana untuk pembatasan," ujar Kepala Dishub Jabar Hery Antasari kepada wartawan, Rabu (21/10/2020).

Hery mengatakan kondisi arus kendaraan sendiri diprediksi akan melonjak terlebih ke arah Puncak, Bogor. Warga dari luar daerah terutama Jakarta, akan menggunakan waktu libur panjang untuk berlibur.

"Saya kira akan ada lonjakan arus lalu lintas," kata dia.

Guna mengantisipasi kepadatan di area wisata tersebut, Hery mengatakan penebalan personel di lapangan akan dilakukan. Namun hingga saat ini, jumlah personel belum ditetapkan. Dishub sendiri akan berkoordinasi dengan kepolisian guna mengantisipasi kepadatan kendaraan.

"Biasanya H-3 kita akan koordinasi," katanya.

Soal libur panjang akhir bulan Oktober ini juga sempat disinggung Presiden Jokowi. Presiden mewanti-wanti agar tak ada penambahan kasus saat libur panjang tersebut.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun merespons. Dia mengatakan akan ada penambahan personel saat libur panjang itu.

"Kita mendapati long weekend Idul Adha (kemarin) menaikkan kasus. Pelajaran buat kita, kami sudah menyiapkan materi edukasi. Pada dasarnya selama disiplin 3M, bisa terkendali. Yang masalah itu berkerumun tanpa 3M," ucap Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Senin (19/10/2020).

"Kami sudah koordinasi dengan Polda dan Kodam untuk memperbanyak personel seperti kita tiap minggu kita menyerbu zona merah. Meningkatnya personel dan kampanye. Sekaligus ke titik destinasi wisata untuk tegas," kata dia menambahkan.

(dir/mud)