Alih Fungsi Lahan Ancam Kawasan Resapan Air di Cimahi

Whisnu Pradana - detikNews
Minggu, 18 Okt 2020 16:02 WIB
Resapan air di Cimahi terancam maraknya alih fungsi lahan
Resapan air di Cimahi terancam maraknya alih fungsi lahan (Foto: Whisnu Pradana)
Cimahi -

Kawasan resapan air di Kota Cimahi yang berada di wilayah Kelurahan Cipageran dan Citeureup terancam oleh maraknya pembangunan dan alih fungsi lahan di Kawasan Bandung Utara (KBU)

Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dilaporkan dalam Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Kota Cimahi Tahun 2020, kawasan resapan air masuk dalam kawasan lindung.

"Kawasan resapan air kita ada di Citeureup dan Cipageran, itu masuknya ke KBU yang dalam RTRW ditetapkan sebagai kawasan lindung. Kondisinya memang terancam karena banyak menjadi perumahan yang berpengaruh pada resapan air," ungkap Kepala Bidang Tata Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Dyah Ajuni Lukitosari, Minggu (18/10/2020).

Kawasan resapan air di Kota Cimahi berada pada ketinggian di atas 750 MDPL. Wilayah tersebut perlu diperhatikan keberadaan dan keamanannya karena berfungsi sebagai penyeimbang kawasan lainnya.

"Artinya daerah itu dijadikan sebagai kawasan yang diarahkan untuk pengembangan yang mendukung konservasi lingkungan bukan hanya pembangunan," ujarnya.

Untuk mempertahankan kawasan resapan air agar tidak semakin tergerus, pihaknya melakukan pengarahan tata ruang yakni pengendalian pembangunan lewat Peraturan Daerah (Perda) KBU. Pembangunan di KBU harus memenuhi ketentuan seperti pembatasan Koefisien Dasar Bangunan (KDB).

"Arahan tata ruang di KBU pengendaliannya berupa pembatasan KDB. Tapi dalam RTRW maksimal sebesar 40% sehingga fungsi resapan tidak terganggu," terangnya.

Tak hanya pengendalian alih fungsi lahan menjadi pembangunan, pihaknya juga mengarahkan pembangunan sumur resapan dan penanaman pohon untuk mendukung fungsi konservasi kawasan resapan air.

"Selain sumur resapan, juga ada biopori yang berfungsi untuk meresapkan air dan tempat pengomposan sampah organik berskala kecil," jelasnya.

Keberadaan kawasan resapan air juga sebagai pengendali banjir dan pencegahan kekeringan saat musim kemarau. Daerah resapan memiliki fungsi yang strategis untuk konservasi air tanah.

"Jadi untuk konservasi di daerah resapan air itu manfaatnya tidak akan langsung terasa sekarang, tetapi manfaatnya harus melewati proses resapannya dulu," tandasnya.

Tonton juga 'Luhut Ingatkan Multibencana Banjir, Gempa hingga Tsunami':

[Gambas:Video 20detik]

(mud/mud)