Round-Up

Menang di PTUN, Akankah Habib Bahar Segera Bebas?

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Minggu, 18 Okt 2020 13:31 WIB
Video Habib Bahar bin Smith dari Nusakambangan (dok. Istimewa)
(Foto: Video Habib Bahar bin Smith dari Nusakambangan (dok. Istimewa)

Azis Yanuar, kuasa hukum Bahar meminta agar Kemenkum HAM menghormati keputusan hakim dan meminta agar Bahar dibebaskan.

"Harusnya mereka bertindak bijaksana, kalau memang salah, keliru ya seharusnya dilakukan putusan hukum Pengadilan. Kementerian Hukum tapi tidak mengikuti aturan hukum gimana. Malah mengikuti hawa nafsu otoriternya seakan-akan dia yang punya kuasa, seakan-akan kita ini warga binaan yang memberi kuasa ke kita ini sebagai lawan mereka," tuturnya.

Menurut Azis, kalaupun putusan itu dilaksanakan oleh Kemenkum HAM dalam hal ini Bapas Bogor dan Lapas Cibinong, Bahar bakal tetap berada dalam pengawasan Bapas. Sebab, status Bahar merupakan napi asimilasi.

"Kalau misalkan, kan toh masih dalam lingkup mereka kalaupun HBS dikembalikan hak asimasinya di rumah, kan masih dalam wewenang mereka, pengawasan mereka. Apa susahnya sih mengembalikan dalam kondisi sekarang ini. Dari pada capek-capek di taruh di sana kan akhirnya kita masyarakat umum dan warga negara melihat Kemenkum HAM dalam hal ini Bapas dan Lapas ini mentalnya itu mental otoriter nggak bisa hilang," kata dia.

Akan tetapi, pembebasan Bahar tak bakal mudah. Kemenkum HAM berencana mengajukan banding atas putusan hakim PTUN itu.

"Kita hormati keputusan hakim PTUN Bandung yang membatalkan SK Ka Bapas Bogor. Untuk selanjutnya, tim advokasi melakukan rapat membahas langkah hukum selanjutnya mengajukan upaya banding," ucap Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkum HAM Jabar Abdul Aris di kantor Kemenkum HAM Jabar, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Senin (12/10/2020).

Halaman

(dir/mud)