Menengok Proyek Jalan Alternatif Penghubung Subang-Lembang

Whisnu Pradana - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 15:21 WIB
Menengok proyek jalan alternatif penghubung Subang dengan Lembang
Menengok proyek jalan alternatif penghubung Subang dengan Lembang (Foto: Whisnu Pradana)
Bandung Barat -

Pemerintah Jawa Barat tengah membangun jalan alternatif penghubung wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan Kabupaten Subang.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bahkan langsung melakukan inspeksi ke lokasi jalan yang melewati area hutan dan perbukitan di dua wilayah tersebut menggunakan sepeda motor beberapa hari lalu. Berdasarkan informasi, total panjang jalan yang akan dibangun dan dimuluskan mencapai 8,5 kilometer.

Dari wilayah KBB, jalan penghubung itu bisa diakses dari Lembang melalui Desa Wangunharja melintasi objek wisata Puncak Eurad. Nantinya rute akan melalui permukiman penduduk dan kebun teh yang masuk ke wilayah Desa Cupunagara dan Desa Bukanagara, lalu keluar di Cisalak, Kabupaten Subang.

Berdasarkan pantauan detikcom, saat mencoba melintasi ruas jalan tersebut, kondisinya kurang representatif untuk dilalui kendaraan roda empat. Badan jalan masih berlapis batu besar ditambah tidak adanya penerangan saat memasuki area hutan.

Saat ini alat berat masih melakukan pengerukan dinding bukit untuk melebarkan jalan hingga 10 meter. Namun lebar jalan akan bervariasi tergantung lokasinya. Di beberapa titik, sejumlah pekerja sudah mulai melakukan pengerasan saluran drainase.

Menurut Dayat (54), warga setempat, pembangunan jalur alternatif itu diharapkan bisa mempermudah akses warga. Sebab selama ini warga Desa Cupunagara, Kabupaten Subang, lebih memilih berbelanja ke Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

"Ya mudah-mudahan bisa membantu warga, karena selama ini kita yang jadi warga Subang, kalau belanja itu lebih memilih ke Lembang karena lebih dekat dan aksesnya lebih bagus. Ke Lembang hanya 30 menit, kalau ke Subang bisa sampai 2 jam," kata Dayat, Jumat (16/10/2020).

Selain itu akses tersebut diharapkan bisa membangun ekonomi warga. Sebab kebanyakan warga yang bertani cukup kesulitan mengantarkan hasil buminya ke pasar.

"Kalau yang tani, jual gula aren, kayu, itu terkendala akses juga. Kalau kendaraan kan masuknya lewat Subang, jadi lebih lama. Padahal di sini cukup banyak yang jadi pembuat gula aren," katanya.

Kendati demikian, belum diketahui lokasi pasti pengerjaan proyek tersebut dan berapa anggaran yang diperuntukkan untuk membangun jalan lintas tersebut. Kepala Dinas Bina Marga Jawa Barat Koswara mengaku belum mengetahui detail mengenai rencana jalan tersebut.

"Proyek itu gagasan Kabupaten Subang, menggunakan jalur jalan kabupaten, desa dan jalan baru," ujar Koswara saat dihubungi detikcom.

Dalam videonya, pria yang akrab disapa Kang Emil itu menggunakan sepeda motor Royal Enfield kesayangannya. Terlihat ia melintasi jalan perkampungan dan sempat membagikan masker kepada anak-anak.

Kemudian terlihat juga, Kang Emil memasuki jalur yang dikelilingi semak-semak di sekelilingnya, lalu melibas jalanan dengan trek yang masih berupa tanah merah.

Dalam keterangan unggahannya, ia menyebut jika dana pembangunan proyek tersebut berasal dari Provinsi Jawa Barat. "Inspeksi jalan tembus dari Cisalak- Kabupaten Subang ke Kabupaten Bdg Barat. Dana dari provinsi Jawa Barat," kata Kang Emil dalam unggahannya.

Ia berharap jika proyek tersebut selesai, infrastruktur tersebut akan menguatkan akses ke daerah terpencil di kedua kabupaten tersebut, sekaligus menguatkan kegiatan ekonomi.

(mud/mud)