UMKM di Ciamis 'Geruduk' Dinas Koperasi Ajukan Bantuan Presiden

Dadang Hermansyah - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 12:27 WIB
umkm di ciamis datangi dinas UMKM minta bantuan presiden
Foto: Dadang Hermansyah
Ciamis -

Para pelaku usaha mikro kecil menengah UMKM kembali mendatangi Kantor Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUKMP) Ciamis untuk mendaftar pengajuan bantuan presiden (Banpres).

Penerimaan pendaftaran batuan untuk UMKM ini kembali dibuka sesuai intruksi pusat. Dari kuota 12 juta, berdasarkan hasil verifikasi baru 9,1 juta UMKM yang mendapat bantuan. Artinya masih ada kuota 2,9 juta lagi, sehingga penerimaan pengajuan bantuan dibuka sampai akhir November 2020.

Sekretaris DKUKMP Ciamis Dadan Widadi mengatakan untuk di Ciamis penerimaan pengajuan bantuan kembali dibuka tiga hari setelah sebelumnya ditutup. Setiap harinya lebih dari 100 orang mendatangi kantor UMKM ini. Bahkan ada juga yang melakukan dengan sistem kolektif dari desa masing-masing.

"Dalam penerimaan ini kami menerapkan protokol kesehatan, jaga jarak, cek suhu, pakai masker dan wajib cuci tangan di depan. Bagi yang tidak memakai masker tentu tidak dilayani sampai yang bersangkutan pakai masker," ujar Dadan di kantornya, Jumat (16/10/2020).

Guna menghindari kerumunan, pihak dinas telah mengimbau agar pengajuan dilakukan secara kolektif dari desa. Namun, masih tetap saja ada yang datang langsung dan tetap mendapat pelayanan.

"Waktu pengajuan awal jumlahnya mencapai Sekitar 73 ribu lebih UMKM. Untuk sekarang baru tiga hari jumlahnya sudah mencapai ratusan. Ada yang datang langsung ada juga yang kolektif," katanya.

Dalam persyaratan pengajuan Banpres untuk UMKM ini sama seperti sebelumnya yang harus dipenuhi yaitu WNI, memiliki usaha mikro, mempunyai NIk KTP, bukan ASN atau pejabat BUMD. Dan juga tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan dan KUR.

"Dengan perpanjangan pengajuan bantuan ini, pelaku UMKM yang belum mendapatakannya mudah-mudahan nanti bisa dapat. Manfaatkan bantuan ini untuk menambah modal usaha sesuai peruntukannya, tidak digunakan hal lain." Ungkap Dadan.

Evi Ervianti, Seorang pelaku UMM produksi makanan ringan asal Baregbeg, mengaku mengajukan bantuan tersebut untuk modal usahanya. Ia sangat berharap mendapat bantuan tersebut.

"Saya produksi dan jualan keripik dari singkong. Mengajukan bantuan untuk tambahan modal usaha," ucapnya.

(ern/ern)