Cerita Pedagang Tanaman Hias Sumedang Raup Cuan di Tengah Pandemi

Muhamad Rizal - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 17:04 WIB
Penjual tanaman hias di Kabupaten Sumedang.
Foto: Penjual tanaman hias di Kabupaten Sumedang (Muhamad Rizal/detikcom).
Sumedang -

Penjual tanaman hias di Kabupaten Sumedang berhasil meraup keuntungan di tengah pandemi COVID-19. Meningkatnya minat warga terhadap tanaman hias memberi dampak positif terhadap para pedagang.

Seperti yang dirasakan salah satu pedagang tanaman hias Kabupaten Sumedang Budi. Dia mampu meraup pundi-pundi yang mampu membuat dapurnya kembali mengepul.

"Sudah sekitar 2 bulan ini memang bisa dibilang ramai tanaman hias, harganya juga pada naik, seperti yang biasanya harga Rp 50 ribu sekarang harganya Rp 100 ribu," kata Budi, saat ditemui di kebunnya di Jalan Prabu Gajah Agung, Kelurahan Kota Kaler, Kecamatan Sumedang Utara, Sumedang, Rabu (14/10/2020).

Budi menyatakan tanam-tanaman 'jadul' saat ini kembali diminati masyarakat. Contohnya saja, kata dia, tanaman seperti Philo, Agronema dan Kladi yang sempat turun peminatnya kini kembali diburu pecinta tanaman hias.

Dia menyebut harga jual tanaman hias juga saat ini cukup tinggi. Bahkan tanaman seperti Red Sumatera, Dud Anjani, Suksom, Anggrek, dan yang sedang viral sekarang, Janda Bolong, harganya mencapai jutaan rupiah.

"Yang lagi tren sekarang jenis agronema, milo sama kladi ketiganya lagi banyak dicari, itu kan tanaman buhun (jadul) dulu mah murah-murah, kalau sekarang wah harganya gila. Dulu kan tanaman itu enggak laku," katanya.

Pedagang lainnya, Riki Septiana mengatakan saat ini tanaman hias sedang naik daun sehingga banyak diminati banyak orang.

"Alhamdulillah sekarang mulai bangkit lagi tanaman hias dan minat masyarakat pada tanaman hias untuk sekarang juga sangat bagus," kata Riki saat ditemui di tempat yang berbeda.

Riki mengungkapkan, sudah dua bulan ini tanaman hias memang sedang banyak dicari orang. Tanaman hias saat ini sedang buming, apalagi empat tanaman hias seperti aglonema, philo, monstera dan kladi yang paling banyak dicari.

"Antusia masyarakat terhadap tanaman hias lagi gila-gilanya apalagi semenjak pandemi COVID-19, kira-kira sekitar dua bulan lalu mulai paling ramai," katanya.

Menurutnya, hal itu terjadi karena minat berkebun di rumah sebagai bentuk pelarian untuk melepaskan rasa stress di tengah pandemi. Sebab selama pandemi masyarakat lebih banyak diam di rumah ketimbang di luar rumah.

"Mungkin karena bosan di rumah, terus tidak ada kegiatan jadi larinya ke tanaman," ucap Riki.

Riki mengaku penjualan tanaman hias mengalami peningkatan yang cukup tinggi hingga 100 persen dari sebelumnya.

"Seperti kriting kribo dan jawer kotok, dijual seharga Rp 15.000. Kemudian untuk Monstera King dijual seharga Rp 2 juta dan satu lagi Janda Bolong dijual seharga Rp 1,5 juta," katanya.

Salah seorang pembeli, Nunung Firdaus mengaku hobi merawat tanaman hias semenjak pandemi COVID-19. Sebab selama pandemi itu dirinya lebih banyak melakukan aktivitas kerja di rumah ketimbang di kantor.

Selama pandemi ini, Nunung menuturkan sudah ada beberapa bunga yang ia koleksi, salah satunya bunga anggrek bulan

"Saya suka tanaman hias sejak lock down, karena kerja juga di rumah, akhirnya saya memilih menanam bunga di rumah," tandas Nunung.

(mso/mso)