Bima Arya Bicara Jenis Vaksin Corona yang Akan Disuntik ke Warga Bogor

M Solihin - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 19:22 WIB
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination.
Ilustrasi vaksin (Foto: iStock)
Bogor -

Warga Kota dan Kabupaten Bogor rencananya mulai menjalani vaksinasi di Bulan November. Namun, belum dipastikan jenis vaksin yang mana yang akan diberikan.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, pihaknya menunggu kepastian dari pemerintah pusat terkait jenis vaksin yang akan diberikan untuk warga Kota Bogor di Bulan November nanti.

Namun, kata Bima, kemungkinan besar bukan jenis vaksin yang diuji coba kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Kemungkinan besar bukan yang diujicoba. Karena masih proses uji klinis itu kan," kata Bima Arya, Selasa (13/10/2020).

Hal serupa juga diungkap Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. Menurutnya, jenis vaksin yang diujicobakan kepada Ridwan Kamil masih dalam tahap uji klinis dan masih butuh waktu lama untuk bisa digunakan.

"Kita pada posisi menunggu dari pusat. Kemungkinan dari India, China atau Uni Arab Emirates. Yang diuji Gubernur Jabar masih uji klinis dan membutuhkan waktu lebih lama," kata Dedie.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, pemberian vaksin Corona akan dilakukan mulai November 2020 mendatang kepada warga Kota Bogor. Pemkot Bogor menunjuk Puskesmas Tanahsareal untuk lokasi pemberian vaksin.

"Kota Bogor menyiapkan Puskesmas Tanahsareal untuk pelaksanaan pemberian vaksin. Hari ini akan kita akan matangkan, jadi berdasarkan arahan Pak Menko (Luhut Binsar Pandjaitan), kemungkinan besar pemberian vaksin jika tidak ada halangan akan dilakukan mulai bulan November," ungkap Bima Arya, Selasa (13/10/2020).

Pada tahap pertama, kata Bima, pemberian vaksin akan dilakukan terhadap tenaga kesehatan dan petugas pelayan publik yang memiliki intensitas tinggi bertemu dengan banyak orang.

Tidak hanya warga Kota Bogor, sebanyak 1,2 juta warga Kabupaten Bogor juga akan menjalani vaksin Corona dalam waktu dekat ini.

"Dari total jumlah penduduk 6 juta jiwa, Pemkab Bogor harus menyerahkan data sebanyak 1.2 juta jiwa sebagai calon penerima vaksin tahap pertama," kata Ade Yasin dikutip dari rilis Dinas Informasi dan Komunikasi (Diskominfo) Kabupaten Bogor, Selasa (13/10/2020).

(mud/mud)