Kuningan Zona Merah, Pengusaha Khawatir Memperparah Okupansi Hotel

Bima Bagaskara - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 14:31 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Kuningan -

Level kewaspadaan Kabupaten Kuningan yang berada di zona merah membuat para pengusaha hotel khawatir akan memperparah tingkat okupansi yang saat ini jauh di bawah normal.

Pengurus PHRI Kabupaten Kuningan Isan Darmawan mengatakan, okupansi hotel di Kuningan hanya berkisar 15 hingga 25 persen dari seharusnya bisa mencapai 48 persen.

"Bulan September kemarin sampai sekarang okupansi hanya 15 sampai 25 persen saja dari awalnya bisa 48 persen. Itu berarti jumlah tamu di seluruh hotel di Kuningan 2.500 sampai 3.000 orang," kata Isan saat dihubungi detikcom Selasa (13/10/2020).

Namun lanjut Isan saat ini dengan level kewaspadaan Kabupaten Kuningan di zona merah belum terlalu berdampak bagi tingkat okupansi hotel yang ada.

Kata Isan menurunnya okupansi hotel saat ini masih disebabkan oleh pemberlakuan PSBB diwilayah DKI Jakarta. Itu karena sebagian besar market hotel di Kuningan ialah tamu dari Jakarta dan sekitarnya.

"Okupasi hotel Kuningan turun lebih banyak disebabkan oleh PSBB Jakarta karena market hotel terbesar rata-rata dari Jakarta," ucapnya.

Ia pun berharap zona merah tersebut tidak memberikan dampak yang besar bagi okupansi hotel di Kuningan.

"Hotel perlu sejumlah biaya untuk menghidupi property dan karyawan. Karena situasi ini kami harus bisa mengefisienkan segala sesuatu yang berkaitan dengan operational hotel demi kelangsungan hidup hotel-hotel kami," pungkasnya.

(mud/mud)