Pencuri Kayu di Tasik Ditangkap, 56 Batang Mahoni Diamankan

Deden Rahadian - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 13:38 WIB
Barang bukti kayu hasil pencurian di Tasikmalaya.
Foto: Barang bukti hasil pencurian kayu di Tasikmalaya (Deden Rahadian/detikcom).
Tasikmalaya - Polisi berhasil menangkap seorang pelaku pembalakan liar di Kabupaten Tasikmalaya. Pelaku bernama Rohyan (47) asal Kecamatan Cipatujah ditangkap saat melakukan pencurian kayu di kawasan hutan Perhutani Petak 52 a blok Cikupa, Desa Pameutingan, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya.

"Petugas Perhutani melihat kendaraan pikap yang sedang membawa kayu. Kemudian dari Perhutani berkoordinasi dengan kami, kemudian bersama-sama melakukan penegakan hukum di TKP," ucap AKP Hario Prasetyo Seno, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, saat ekspose di Mapolres Tasik, Selasa (13/10/2020).

Petugas mengamankan 56 batang kayu mahoni, tiga batang kayu rimba, satu mesin gergaji, saat mobil Pikap Suzuki Carry dan satu unit Mitsubishi colt bak.
Pelaku dikenakan pasal 82 ayat (1) huruf C junto pasal 12 huruf C Undang-undang RI Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

"Pidana Penjara paling singkat satu tahun, paling lama lima tahun. Denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar," ujar Hario.

Sementara itu, pelaku Rohyan mengaku hendak membuka lahan di Lahan Perhutani untuk ditanami palawija. Sementara, kayu yang dipotong dijual untuk membeli tanaman Cengkih.

"Saya sengaja buka lahan di lahan Perhutani. Ambil kayunya dijual untuk beli bibit cengkih. Kemudian bibit cengkeh dan akan ditanam di lahan tersebut. Kayu-kayu nya belum sempat di jual keburu diamankan pak," ucap Rohyan.

Kepala ADM Perhutani KPH Tasikmalaya Benni Suko Tri Atmoko membenarkan pelaku melakukan pencurian kayu di kawasan hutan Perhutani KPH Tasikmalaya di Petak 52 a blok Cikupa Desa Pameutingan Kecamatan Cipatujah. Pihaknya memgapresiasi Kinerja Kepolisian Resort Tasikmalaya yang mengungkap kasus ini.

"Kita sangat berterima kasih atas kerja sama dengan Polres Tasikmalaya. Kami apresiasi kinerja Polres atas tindakan yang cepat menangani tindak pidana pencurian kayu ini. Sebanyak 56 potong kayu dengan kerugian Rp 97 juta," ucap Benni.

Perambahan Hutan ini kerap jadi penyebab longsor dan Banjir Bandang. Apalagi saat ini Kabupaten Tasikmalaaya dilanda banjir dan Longsor.

"Diakui memang dampak pencurian kayu ini bisa berdampak terhadap lingkungan, seperti yang kita rasakan saat ini banyak bencana banjir dan longsor, akibat adanya kerusakan di kawasan hutan," ujar Benni.

Simak juga video 'Kayu Diduga Hasil Illegal Logging Berserakan di Sungai Siak':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)