Penjelasan Polisi soal Insiden di Kampus Unisba Usai Demo Ricuh

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 15:05 WIB
Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya
Foto: Kapolrestabe Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya (Dony Indra Ramadhan/detikcom).
Bandung -

Fasilitas kampus Unisba Bandung rusak imbas aksi demo ricuh. Polisi memberi penjelasan terkait hal tersebut.

"Di situasi yang pada malam hari seperti itu, kalau itu dinyatakan mahasiswa kenapa larinya ke kampusnya dan itu juga kan menutup-nutup jalan dan melempar bom molotov kepada petugas sehingga kita kan ke sana mau mengejar dan membubarkan massa yang berkumpul agar massa itu tidak melakukan perusakan fasilitas umum atau fasilitas negara," ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jumat (9/10/2020).

Ulung mengatakan petugas berusaha membubarkan massa aksi lantaran sudah malam. Selain itu, petugas juga khawatir massa aksi melakukan perusakan fasilitas umum di Kota Bandung.

"Seperti kita lihat fasilitas umum banyak yang dirusak, taman dan lampu dan segala macam maka kita membubarkan massa itu dan massa itu larinya ke arah kampus itu," tutur dia.

Ulung menuturkan saat proses pembubaran itu, petugas dihalang-halangi oleh massa aksi. Bahkan pelemparan ke arah petugas dari kelompok massa terjadi.

"Itu kan karena petugas dihalang-halangi, dilempar bom molotov dan segala macam, sedangkan posisi pada saat itu mereka adalah berkerumun, yang namanya massa berkerumun itu kan kita sudah melihat mereka merusak fasilitas umum yang ada di Kota Bandung dan segala macam, nah kita mencegah terjadinya itu," katanya.

Ulung mengatakan pihaknya akan datang ke kampus Unisba untuk bicara dengan rektorat. Pihaknya juga akan mengkomunikasikan terkait insiden yang terjadi di Unisba.

"Kalaupun ada insiden terjadi seperti itu namanya juga malam ya kita tetap melakukan nanti kita akan mendatangi kampus untuk berkomunikasi kepada kampus lagi agar tidak terjadi lagi miss komunikasi.Toh, mahasiswa di kampus tersebut ada juga yang tertangkap di Polrestabes, oleh karenanya mau bicara apalagi mahasiswanya juga ada segala macam. Dan kegiatan itu sampai malam hari, kalau memang mahasiswa kan dia pergerakan mengerti hukum, jam 6 harus sudah selesai dan tidak melakukan bakar dan segala macam dan itu berkumpul," ujarnya.

"Silakan saja menyampaikan aspirasi, kita akan melayani tapi kalau sudah malam, kita takutnya ditunggangi oleh pihak lain yang memang ingin mengacaukan suasana seperti itu. Nah, dengan adanya kesalahpahaman itu maka nanti kita akan berkomunikasi baik dengan rektor maupun yayasannya," kata Ulung menambahkan.

Sementara itu, dalam video yang beredar di media sosial terlihat suasana mencekam di sekitar Kampus Unisba. Polisi terlihat melakukan pengejaran para peserta aksi yang berujung ricuh hingga ke kawasan kampus.

Sejumlah letusan diduga yang ditembakan polisi terdengar membuat suasana begitu mencekam. Sejumlah orang juga terdengar meneriaki tindakan yang dilakukan polisi.

"Woy kampus," teriak orang dalam video.

Teriakan itu membuat polisi yang mengejar demonstran rusuh terpancing emosi. Dengan kata-kata kasar sejumlah polisi menegur sejumlah orang yang berada di kampus Unisba.

(dir/mso)