Jabar Hari Ini: Ridwan Kamil Surati Jokowi-Demo di Bandung Ricuh Lagi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 19:59 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menemui massa buruh dan mahasiswa yang melakukan aksi menolak Omnibus Law Cipta Kerja di depan Gedung Sate, Kota Bandung.
Foto: gubernur Jabar Ridwan Kamil temui demonstran (Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

Sejumlah pemberitaan menyita perhatian pembaca Jabar hari inii. Mulai dari Ridwan Kamil Surati Jokowi menolak Omnibus Law hingga demonstrasi di Bandung ricuh lagi.

Ridwan Kamil Surati Jokowi Tolak Omnibus Law

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menemui massa gabungan serikat pekerja di Jawa Barat di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (8/10/2020). Walaupun hujan mengguyur, kedatangan orang nomor satu di Jawa Barat itu disambut riak riuh para demonstran.

Saat menemui para buruh, Ridwan Kamil didampingi oleh Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi dan Pangdam/III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan para pimpinan serikat buruh.

Dalam kesempatan itu, Ridwan Kamil menyatakan akan mengirimkan surat aspirasi dari buruh kepada Presiden Joko Widodo dan DPR RI. Rencananya surat itu akan dikirimkan oleh Pemprov Jabar kedua pihak tersebut pada Jumat (8/10/2020).

"Saya sudah menandatangani surat pernyataan dari poin-poin aspirasi yang disampaikan buruh, isinya satu menolak dengan tegas Omnibus Law, dan kedua meminta kepada bapak presiden untuk minimal menerbitkan Perppu karena proses UU ini masih ada 30 hari untuk direvisi dan ditandatangani oleh presiden," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

"Kepada buruh saya titip, silakan suarakan apapun tapi jaga ketertiban dan jaga fasilitas umum," tutur Kang Emil.

Sebelumnya, Kang Emil melakukan audiensi dengan pimpinan serikat buruh. Mereka menyampaikan poin-poin aspirasi secara langsung kepada Kang Emil. "Tadi saya menerima aspirasi dari perwakilan buruh ada 10 orang, nah bagaimana pun kondusivitas dan aspirasi itu harus kami dengarkan secara seksama dan baik-baik," katanya.

"Hasil audiensi didapat kesimpulan bahwa pada dasarnya buruh memahami di klaster pembahasan lain, tapi di klaster perlindungan buruh, ada klaster yang merugikan, seperti dari pesangon, dari mulai hak-hak pelatihan tapi tidak dibayar yang dianggap merugikan dan lain-lan," ujarnya.

Seperti dilihat detikcom dari surat aspirasi yang akan dilayangkan Pemprov Jabar, tercantum bahwa telah disahkannya Omnibus Law Cipta Kerja oleh DPR RI pada 5 Oktober, terjadi unjk rasa dan penolakan terhadap UU tersebut dari seluruh pekerja dan serikat buruh se Jawa barat. Dalam paragraf selanjutnya, Pemprov Jabar menyampaikan aspirasi dari serikat pekerja yang menolak Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan menjadi UU serta meminta agar diterbitkannya Perpu.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5 6