Ini Diduga Biang Kerok Kota Bandung-KBB Jadi Zona Merah COVID-19

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 14:50 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Pergerakan masyarakat dari sektor pariwisata diduga menjadi biang kerok Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) masuk ke dalam zona merah COVID-19.

"Diperkirakan kemarin itu karena adanya pergerakan masyarakat. Itu karena Kota Bandung dan KBB ini bisa dikatakan pusat hiburan lah ya, nah ini bisa dikatakan dari situ," ucap Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (5/10/2020).

Berli mengungkap, kemungkinan itu sangat mungkin besar terjadi karena masih adanya arus pergerakan masyarakat dari wilayah Jakarta maupun Bodebek ke sejumlah objek wisata di Bandung.

"Penyebabnya dari sektor wisata dari luar daerah, kemungkinan besar dari daerah Jabodetabek, seperti halnya yang lain," katanya.

Untuk mengantisipasi meluasnya penularan COVID-19 tersebut, KPCPEN yang ketika itu masih dalam wadah gugus tugas mengadakan operasi gabungan ke sejumlah objek wisata.

"Penanganannya memang di waktu masih gugus tugas ya kita ada namanya operasi gabungan, itu semua usulkan ada di situ itu melakukan patroli itu ke tempat wisata, untuk Berikutnya ini dari divisi-divisi namanya itu Divisi Perubahan Perilaku, ini juga sama fungsinya dengan untuk apa melakukan pembinaan terhadap tempat-tempat untuk wisata," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan lima daerah yang menjadi zona merah pekan ini. Selain dua wilayah di Bandung Raya itu, tiga daerah di Bodebek juga kembali menjadi zona merah yakni Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kota Bogor.

"Zona merah di Kabupaten/Kota Cirebon sudah turun, tapi pindah ke Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat (KBB), dan saya minta di Kota Bandung dan KBB diserbu lagi teritorialnya," ujar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (5/10/2020).

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmadja mengatakan, status zona merah yang disandang lima daerah itu dikarenakan makin meningkatnya penularan COVID-19 di daerah tersebut.

"Kota Bandung dan Kota Bekasi, padahal tadinya masuk risiko sedang. Kabupaten Bandung Barat minggu lalu risiko sedang, sekarang jadi risiko tinggi," kata Setiawan.

Sementara itu 13 daerah lainnya di Jawa Barat masuk zona oranye atau risiko sedang penyebaran COVID-19. Termasuk Kota Depok, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon yang masuk ke zona oranye kembali atau zona dengan risiko penularan sedang. Sembilan kota dan kabupaten lainnya masuk zona kuning atau risiko rendah penyebaran COVID-19.

(yum/mso)