Depok Kembali Sumbang Kasus Positif COVID-19 Tertinggi di Jabar

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 21:38 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Jawa Barat kembali menjadi provinsi penyumbang kasus COVID-19 kedua secara nasional pada Kamis (1/10/2020). Tercatat 559 kasus positif COVID-19 di Jabar, di bawah Provinsi DKI Jakarta di urutan pertama dengan penambahan kasus positif baru, 1.253 orang.

Mayoritas kasus baru di Jawa Barat hari ini berasal dari wilayah Bodebek. Paling banyak berasal dari Kota Depok (146 kasus), kemudian diikuti Kabupaten Bekasi (64 kasus), Kota Bekasi (59 kasus), Kabupaten Bogor (51 kasus), Kabupaten Bandung Barat (48 kasus), Kabupaten Karawang (39 kasus), Kota Cirebon (35 kasus), Kabupaten Sukabumi (27 kasus) dan kota/kabupaten lainnya.

Laman Pikobar mencatat, total jumlah kasus positif COVID-19 di Kota Depok mencapai 3.914 orang. Dari jumlah itu, 1.553 orang tengah menjalani perawatan atau isolasi, dan 2.280 lainnya sembuh. Kasus kematian di Depok juga cukup tinggi, dengan total 81 kasus kematian.

Tingginya penambahan kasus di Kota Depok belakangan ini, membuat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pindah 'ngantor' mulai pekan depan. Keputusan itu dilakukan untuk memastikan penanganan pandemi COVID-19 di wilayah Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) berjalan dengan baik.

"Mulai minggu depan, mungkin saya akan berkantor di Depok seminggu sekali untuk memastikan penanganan (COVID-19 di Bodebek) bisa lebih terkoordinasi," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu dalam rapat koordinasi terkait Percepatan Penyelesaian Klaim Biaya Perawatan Pasien Covid-19 bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, ditulis Rabu (30/9/2020).

Dari segi keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19 per 26 September lalu, 10 besar rumah sakit terbanyak merawat kasus COVID-19 juga didominasi asal Bodebek.

Di Kota Depok, urgensi terkait ketersediaan ICU (Intensive Care Unit) dan HCU (High Care Unit) sebagai ruang perawatan pasien COVID-19 kriteria berat. Untuk itu, Kang Emil berujar, penanganan COVID-19 khususnya di Kota Depok perlu lebih ditingkatkan, terutama dari sisi ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan.

"Secara umum memang dari seluruh 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, dari sebelas rumah sakit tersibuk yang mengurus (kasus) COVID-19 itu sembilan ada di Bodebek. Dan Depok ini paling kritis dari catatan statistik kami sudah di atas 80 persen (tingkat keterisiannya)," ujar Kang Emil.

Kang Emil pun mengatakan, perlu dibentuk tim khusus untuk menangani COVID-19 di Bodebek. Selain itu, ia mengusulkan kebijakan subsidi silang khusus di wilayah Bodebek bagi warga yang perlu dirawat karena COVID-19.

"Kami sudah koordinasikan untuk Bodebek ini ingin (ada) satu tim yang kokoh dan kompak. Jadi, nanti ada subsidi silang. Kalau (rumah sakit di) Depok penuh, nanti (warga) KTP Depok boleh (dirawat) di Bogor atau sebaliknya. Saat ini sedang kami kondisikan," kata Kang Emil.

(yum/mud)