Round-Up

Klaster Industri Karawang, Corona Masuk ke Pabrik Plastik-Alat Kesehatan

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 09:51 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom).
Karawang -

Virus corona semakin mewabah. Selain menyebar di pemukiman, virus itu merebak di pabrik-pabrik, menjangkit ratusan buruh di Karawang, Jawa Barat.

Sebetulnya, sejak bulan Juli, pemerintah telah berupaya mencegah sebaran virus di kawasan industri. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah tercatat dua kali berkunjung ke Karawang. Pertama ke Kawsan Industri Suryacipta lalu ke Karawang International Industrial City (KIIC).

Dalam dua kunjungannya, Ida mengimbau seluruh perkantoran dan pabrik untuk menyiagakan petugas khusus COVID-19. Sebab di beberapa daerah saat ini, tempat kerja atau kantor sudah mejadi salah satu penularan Corona dengan tingkat risiko tinggi.

"Saya imbau disiapkan petugas khusus di kantor-kantor atau industri. Mereka fokus bekerja mencegah COVID-19. Mereka harus punya keterampilan khusus," kata Ida usai penyuluhan K3 perkantoran dan kawasan industri di Graha Karawang International Industrial City (KIIC), Rabu (29/7/2020).

Ida menuturkan, petugas khusus ini fokus mengurusi pencegahan penularan Corona di tempat kerja. Misalnya, menyemprotkan cairan disinfektan, membersihkan meja kerja hingga berbagai pencegahan Corona lainnya.

Namun pada pertengahan Agustus, virus ditemukan masuk ke dua pabrik. Pemkab Karawang baru menutup dua pabrik itu setelah puluhan buruh ditemukan poaitif. Pada akhir Agustus ditemukan 49 buruh positif COVID-19. Para buruh itu tercatat bekerja di PT Dai Nippon Printing Indonesia (DNP) dan PT Extedy Manufacturing.

"Kita menutup PT DNP dan Extedy selama dua pekan untuk mencegah penyebaran corona," kata Fitra Hergyana, jubir Gugus Tugas Corona, Karawang.

PT DNP Indonesia merupakan pabrik yang memproduksi plastik kemasan. Sedangkan PT Extedy merupakan produsen spare part atau onderdil otomotif.

Virus Corona juga mewabah di perusahaan BUMN. Awal September, sejumlah pegawai PT Pupuk Kujang Cikampek ditemukan positif COVID-19.

Virus itu ditengarai mewabah di tempat kerja hingga ke pemukiman karyawan. "Di Pupuk Kujang karyawan dan keluarga ditemukan posiitif corona. Total ada 22 orang yang positif," kata Fitra.

Fitra menuturkan pada September ini, tercatat 200-an buruh ditemukan positif. Tersebar di 17 perusahaan. Buruh-buruh ini masih dirawat dan diupayakan sembuh.

Teranyar, virus Corona mulai masuk ke pabrik alat kesehatan. Sebanyak 106 buruh pabrik PT Nipro Indonesia Jaya, perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) asal Jepang ditemukan positif COVID-19. Perusahaan penjual jarum suntik dan tempat infus itu ditutup selama 14 hari.

(mso/mso)