Jabar Hari Ini: 5 Daerah Zona Merah-Teror Pencurian Celana Dalam di Cianjur

Tim detikcom - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 19:53 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) didampingi istri Atalia Praratya (kiri) melambaikan tangan, di puskesmas Garuda di kecamatan Andir, Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/8/2020). Ridwan Kamil akan menjalani sejumlah tes kesehatan dan tes usap atau swab test sebelum dilakukan proses penyuntikkan atau uji klinis tahap III vaksin Sinovac COVID-19. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/hp.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa).

Ahli Waris Inggit Garnasih Tak Patok Kompensasi dari Negara

Kemal Asmara Hadi, anak sulung dari Ratna Djuami yang merupakan salah satu anak angkat Inggit Garnasih mengatakan tak mau ambil pusing soal besaran 'uang kadedeuh' atau kompensasi pemerintah yang akan diterima keluarganya dari negara.

"Saya atas nama keluarga Ibu Inggit Garnasih, sekaligus ahli waris. Kita sepakat seluruhnya bahwa dokumen-dokumen dan barang-barang bersejarah Bu Inggit kita serahkan ke negara melalui Pemprov Jabar, untuk dijadikan arsip maupun disimpan di rumah sejarah Bu Inggit di Ciateul," ujar Kemal di Gedung Sate, Kota Bandung.

Kemal mengatakan, soal besaran kompensasi karena menyerahkan surat nikah-cerai Sukarno dan nenek angkatnya itu, ia akan serahkan kepada negara sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Uang kadedeuh itu kita tidak lihat ke sana, kita ikuti sesuai aturan dan peraturan saja," katanya.

Saat ini, dokumen yang bertandatangan tiga tokoh M Hatta, Ki Hadjar Dewantara dan KH Mas Mansyur itu disimpan oleh adiknya Tito Z Harmaen atau Tiro Asmara Hadi. Diisukan, Tito hendak melepas dokumen tersebut untuk menunaikan wasiat Inggit untuk membangun sekolah atau rumah bersalin.

"Pak Tito sedang dihubungi keluarga kami, dari Bu Kartika di Jakarta, setuju atau tidak setuju (Tito) kami sepakat untuk menyerahkan ke negara," ujarnya.

Seperti diketahui, semasa hidupnya Inggit Garnasih mengangkat dua anak. Pertama Ratna Djuami (alm) yang merupakan ibu dari Kemal, dan Kartika yang kini masih berada di Jakarta.

Draft penyerahan dokumen pun telah dibuat, di dalamnya tercantum 12 nama anak-anak dari Ratna Djuami dan Kartika. "Dokumen ini kalau menurut bu Nina (sejarawan Unpad) masuknya ke arsip nasional, barang-barang Bu Inggit lainnya akan mengisi rumah sejarah di Ciateul, kita tidak mematok kompensasi. Saat ini prosedur surat menyurat sedang dilakukan, minggu ini kita coba selesaikan," ucap Kemal.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5