Kasus Melonjak, Pemkab Cirebon Siapkan Ruang Isolasi Khusus OTG

Sudirman Wamad - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 15:20 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Cirebon -

Penambahan kasus pasien positif COVID-19 di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terus terjadi setiap harinya. Mayoritas kasus positif COVID-19 ini kategori orang tanpa gejala (OTG).

Penanganan terhadap pasien positif OTG ini lebih diutamakan untuk menjalani isolasi mandiri. Pemkab Cirebon berencana menyediakan tempat khusus bagi pasien OTG. Bupati Cirebon Imron Rosyadi menegaskan pihaknya siap membantu kebutuhan ekonomi pasien OTG yang menjalani isolasi mandiri.

"Pemerintah akan tangani persoalan ini. Kita akan berikan bantuan, ya bagi yang membutuhkan bantuan. Anggaran sudah disiapkan. Supaya tidak tambah stres, agar disiplin juga," kata Imron kepada awak media usai rapat di kantornya, Senin (30/9/2020).

Imron mengaku telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk tempat isolasi bagi pasien positif OTG. "Ada hotel, sudah koordinasi. Tapi belum pasti, masih mikir-mikir," kata politikus PDI Perjuangan itu.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon Enny Suhaeni mengatakan hasil rapat bersama gubernur dan kementerian menyarankan agar provinsi yang mengalami lonjakan kasus untuk menyediakan ruang isolasi mandiri bagi pasien positif OTG. "Sejauh ini di Cirebon masih kondusif. Memang ada satu atau dua pasien positif OTG yang tidak disiplin saat isolasi. Tapi langsung kita ambil tindakan," kata Enny.

Enny mengatakan tidak semua pasien positif OTG menghuni tempat isolasi. "Jadi hanya untuk pasien yang tidak disiplin, yang tinggal di pemukiman padat penduduk, kemudian rentan menularkan dari hasil kajiannya. Ini yang kita sarankan," kata Enny.

"Sudah koordinasi dengan Disbudpar dan beberapa hotel. Memang belum ada yang bersedia. Anggaran sudah kita siapkan," kata Enny menambahkan.

Sekadar diketahui, saat ini Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Cirebon mencatat sebanyak 799 warganya yang terkonfirmasi positif. Sebanyak 314 pasien masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri. 446 pasien berhasil sembuh. Dan, 39 pasien meninggal dunia.

(mud/mud)