Respons Ridwan Kamil soal Ledakan Kasus Baru COVID-19 di Jabar

Yudha Maulana - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2020 15:22 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Kasus baru COVID-19 di Jawa Barat terus menanjak dalam sepekan terakhir ini. Pada penambahan update terakhir di laman Pusat Informasi dan Koordinasi Jawa Barat (Pikobar) pada Sabtu (26/9) pukul 13.30 WIB kasus di Jawa Barat bertambah 734 kasus. Penambahan kasus ini membuat angka kasus infeksi virus Corona di Jabar menembus angka 20.131.

Dilihat detikcom dari laman Pikobar, terjadi penambahan 804 kasus pada Jumat (24/9), kemudian 516 kasus pada Kamis (23/9), 575 kasus pada Rabu (22/9), 680 kasus pada Selasa (21/9) dan 427 kasus pada Senin (427 kasus) atau rata-rata 600 kasus perhari.

Mayoritas penambahan kasus ini berasal dari wilayah Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek). Bahkan, hampir 70 persen kasus yang berada di Jawa Barat berasal dari daerah penyangga ibukota Jakarta ini.

Menjawab ledakan kasus baru secara signifikan dalam sepekan terakhir, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan sebenarnya setengah dari penambahan kasus yang tercatat tersebut telah terjadi pada bulan lalu. Namun, input laporan dari dinas terkait di masing-masing kota/kabupaten terlambat diberikan.

"Selama seminggu ini adalah laporan yang diinput terlambat oleh daerah-daerah kota/kabupaten yang terjadinya di bulan lalu, sehingga menganalisa terjadinya ledakan. Itu sedikit kurang akurat ya, bahwa per harinya, iya secara statistik memang diumumkan, tetapi sumbernya itu terjadinya ternyata lama," ujar Emil, sapaannya, Sabtu (26/9/2020).

Simak juga video 'Ada Desakan Pilkada Ditunda, Jabar Ikut Keputusan Pemerintah Pusat':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2