Lawan 3 Paslon Parpol, Toha-Ade Pede Menang di Pilbup Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 10:42 WIB
Pasangan Toha-Ade pede bersaing dengan 3 paslon jalur parpol di Pilbup Cianjur
Pasangan Toha-Ade pede bersaing dengan 3 paslon jalur parpol di Pilbup Cianjur (Foto: Ismet Selamet)
Cianjur -

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Muhammad Toha dan Ade Sobari menjadi satu-satunya pasangan jalur perseorangan yang lolos di Pilbup Cianjur 2020. Pasangan melawan tiga Paslon lain dari jalur Parpol.

Meskipun maju dari jalur perseorangan, Paslon Toha dan Ade Sobari sebenarnya didukung partai politik non parlemen, mulai dari PBB, Hanura, PKPI, Perindo, dan Garuda. Bahkan di awal kemunculan pasangan ini, PSI juga menjadi bagian di dalamnya.

Muhammad Toha sendiri merupakan Ketua MPC Partai Bulan Bintang (PBB) Cianjur, sedangkan Ade Sobari merupakan Ketua DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Cianjur. Keduanya sempat menjadi anggota DPRD selama beberapa periode, sebelum akhirnya tidak terpilih lagi dalam Pileg 2019.

"Berbekal pengalaman itu, Pasangan Toha-Ade Sobari memantapkan diri untuk maju di Pilbup dari jalur perseorangan dengan koalisi Parpol non parlemen," ujar Beni Rustandi, Ketua Tim Sukses Paslon Toha-Ade Sobari, Jumat (25/9/2020).

Menurutnya mencetak sejarah di Cianjur menjadi target dari pasangan HADE (Toha-Ade). Pasalnya selama ini Paslon perseorangan belum pernah menang di kontestasi Pilbup.

"Tapi untuk Pilbup sekarang kami optimis nenjadi kuda hitam, memenangkan Pilbup dan mencetak sejarah. Apalagi Paslon Toha-Ade memiliki pengalaman di bidang politik," ungkapnya.

Ia menyebutkan masing-masing calon memiliki peluang yang sama untuk menang. Sehingga meskipun harus melawan tiga Paslon dari jalur Parpol, pihaknya optimis bisa meraih mininal 30 persen suara.

"Kami tidak pesimis, bahkan kamu optimis karena dengan adanya empat calon peluangnya akan sama besar. Dengan raihan 30 persen suara saja sudah bisa menang," ucap Beni.

Nomor urut 1 yang didapatkan saat pengundian nomor urut kemarin, Beni yakin bisa menjadi 'senjata' tambahan untuk meraih suara terbanyak dalam Pilbup Cianjur 2020.

"Nomor urut tentu mudah diingat, karena nomor 1. Dan kami juga berusaha melalui pola kampanye dan pendekatan yang sudah disiapkan sebelumnya. Kami tetap optimis bisa mencetak sejarah, memenangkan Pilbup 2020," kata dia.

Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Suryakancana Cianjur Dedi Mulyadi, mengatakan meski ada Paslon dari jalur perseorangan, keempat Paslon tersebut memiliki kesamaan dengan merupakan aktivis partai.

Dari Kultur, visi dan lainnya pasangan perseorangan mirip kultur partai. Hanya karena tidak ada keterwakilan di legislatif arah DPRD Kabupaten Cianjur, membuat pasangsn tersebut harus maju dari jalur perseorangan.

"Relatif tidak berbeda. Karena sebetulnya Paslon perseorangan ini merupakan aktivis partai," kata dia.

Dengan begitu, lanjut Dedi, peluang setiap calon akan sama besar. Bisa memenangkan Pilbup Cianjur.

"Peluangnya sama besar, baik yang perseorangan ataupun dari jalur partai politik. Tinggal bagaimana para calon ini menawarkan dan mewujudkan nuansa perubahan di tubuh pemerintahan untuk meraih kepercayaan masyarakat memilih mereka," pungkasnya.

Sekadar diketahui, Paslon jalur perseorangan ini harus berhadapan dengan Oting Zaenal Muttaqin-Wawan Setiawan (OTW) dari usungan Partai Gerindra dan Demokrat yang mendapat nomor urut 2.

Pada nomor urut 3 ada Paslon Herman Suherman-TB Mulyana (BHS-M) dari partai pengusung PDIP, Golkar, Nasdem, PPP dan PAN. Sedangkan di nomor urut 4, terdapat Paslon Lefi Ali Firmansyah-Gilar Budi Raharja (Pilar) dari Partai pengusung PKB dan PKS.

(mud/mud)