Mengenal Rangers, 'Ojol Kampung' yang Jadi Andalan Warga Bandung Saat Corona

Mukhlis Dinillah - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 14:30 WIB
ojol kampung rangers di bandung
Foto: Mukhlis Dinillah
Kabupaten Bandung -

Pandemi Covid-19 menggoyahkan hampir seluruh simpul perekonomian dan kehidupan sosial. Namun, keterpurukan yang berlangsung bisa diatasi dengan semangat gotong royong, kolaborasi, kreativitas dan sentuhan inovasi.

Dedeh Sumyati (40) seksama menatap layar ponsel pintar miliknya. Jari-jarinya mengetik pesanan melalui aplikasi jasa angkutan manusia dan barang bernama Rangers. Ia memesan tabung gas 12 kilogram karena persediaan di dapurnya sudah habis, kebetulan saat itu ia harus memasak untuk santap siang keluarga.

Tak sampai 15 menit, pesananan diantarkan langsung ke rumahnya oleh salah seorang driver ojek yang sebelumnya terhubung melalui Rangers. Di masa pandemi seperti saat ini, perempuan yang berdomisili di kawasan Kamojang, perbatasan Kabupaten Bandung dan Garut itu memilih untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

Sudah hampir satu tahun ia memanfaatkan aplikasi tersebut untuk berbagai keperluan, dari mulai belanja bahan makanan pokok, kudapan, hingga mengantarkan barang. Sebelum pandemi, ia sering menggunakan jasa untuk antar jemput anak-anaknya ke sekolah.

Rangers merupakan pilihan paling logis, karena mitra dari aplikasi jasa sejenis masih belum banyak di daerah tempat ia tinggal. Hal lainnya adalah, mitra dari ranger biasanya merupakan warga sekitar yang sudah saling mengenal dengan masyarakat. Faktor ini menambah rasa aman dan nyaman ibu tiga anak ini makin tinggi.

"Pas pandemi kan kita membatasi untuk keluar rumah, kalau ada keperluan nganter atau beli sesuatu, rangers diandalkan banget. Driver-nya juga kan orang yang kita kenal juga. Putra daerah jadi pasti kita dukung," kata Dedeh di kediamannya, Kamis (24/9/2020).

Selain itu, dari faktor protokol kesehatan driver juga menjadi pertimbangannya. Setiap driver dibekali masker hingga hand sanitizer. Sehingga memberikan rasa aman ketika memanfaatkan layanan rangers.

"Protokol kesehatan diterapkan oleh driver, pakai masker, hand sanitizer," ucap ibu rumah tangga ini.

Hal serupa dirasakan warga lainnya. Ayudia Lestari (26) mengaku sudah memanfaatkan aplikasi tersebut sejak dua tahun lalu. Mobilitasnya yang tinggi untuk berbagai aktivitas sangat ditunjang oleh Rangers. Pasalnya, kendaraan umum di wilayah Kamojang tidak sebanyak daerah perkotaan.

"Mau jam berapa kita berangkat dan pulang enggak perlu khawatir. Lebih nyaman soalnya drivernya kita kenal. Saya juga pedagang online, jadi sering juga antar barang," mojang Bandung ini.

Tak hanya bagi pengguna layanan, aplikasi ini pun menjadi pilihan alternatif warga usia produktif yang ingin mendapatkan pekerjaan atau uang tambahan dengan menjadi mitra.

Salah satu mitra tersebut bernama Mastur (40) yang sudah bergabung dengan Rangers sejak tahun 2019. Meski pekerjaan ini bersifat sampingan, namun ia mendapatkan beragam keuntungan.

Mastur mendapatkan pelatihan bisnis untuk pengembangan unit Rangers lainnya. Bahkan, ia aktif menjadi content creator untuk berbagai platform media sosial. Hal tersebut membantunya tetap menghasilkan pundi rupiah meski orderan menurun akibat pandemi.

"Ya saya mengaplikasikan pelatihan, termasuk bikin konten-konten untuk media sosial," kata pria yang biasa beroperasi di wilayah Kamojang-Majalaya-Samarang ini.

Driver Rangers lainnya, Muhamad Isep Maulana (24) aktif mengelola unit bisnis rangers di bidang kuliner (kedai). "Penghasilan selama pandemi berkurang tapi cukup untuk hidup," kata dia singkat.

ojol kampung rangers di bandungojol kampung rangers di bandung Foto: Mukhlis Dinillah

Aplikasi yang Digagas Pemuda Asli Kamojang

Aplikasi Rangers dibuat oleh beberapa anak muda. Salah satunya adalah Hendri Wahyud yang sekarang didapuk menjadi CEO. Menurut dia, aplikasi ini lahir dari kegelisahannya melihat potensi Kamojang sebagai desa wisata namun masih minim layanan transportasi.

Pada tahun 2018, pemuda 22 tahun ini bersama beberapa kawannya berinisiatif membuka layanan melalui aplikasi pesan, Whatsapp. Saat itu fokusnya masih untuk memenuhi sektor kurir dan antar makanan.

Selanjutnya
Halaman
1 2