20 Unit Huntara Korban Longsor di Bogor Ambruk Disapu Angin Kencang

M Solihin - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 12:04 WIB
20 unit huntara korban longsor Bogor ambruk disapu angin kencang
20 unit huntara korban longsor Bogor ambruk disapu angin kencang (Foto: Istimewa)
Bogor -

Hujan deras disertai angin kencang melanda sebagian wilayah Kabupaten Bogor pada Rabu (23/9/2020) sore hingga menjelang malam mengakibatkan bencana di sejumlah titik. Salah satunya di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Kepada Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor Ujang Ruhyadi mengatakan, sedikitnya ada 20 unit hunian sementara (huntara) yang rusak akibat tersapu angin kencang pada Rabu (23/9/2020) sore.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sebanyak 34 jiwa dari 11 kepala keluarga terpaksa diungsikan.

"Di Kampung Cipendawa Desa Cileuksa khususnya, ada 20 unit huntara yang rusak, 5 ambruk. Penghuni ada 34 34 jiwa dari 11 kepala keluarga terpaksa diungsikan ke huntara lainnya dan saudaranya," kata Ujang Ruhyadi dikonfirmasi Kamis (24/9/2020).

Ujang menyebut, di Kampung Cipendawa ada 160 unit huntara yang ditempati warga korban longsor Sukajaya yang terjadi pada awal 2020 lalu. Sebelumnya, ribuan warga tersebut tinggal di rumah-rumah yang berada di titik-titik rawan terjadi bencana longsor.

"Huntara ini jadi tempat relokasi warga korban longsor yang lalu, baru dibangun beberapa bulan. Kalau kontruksi bangunannya menggunakan baja ringan, dindingnya berbahan sejenis GRC gitu," papar Ujang.

"Huntara ini dibangun untuk ditempati warga yang sebelumnya terkena bencana longsor. Dulu mereka tinggal diblokasi rawan longsor, terus direlokasi kesini," jelas Ujang.

Kasie Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor Muhamad Adam mengatakan, selain di Kecamatan Cileuksa, kerusakan rumah akibat angin kencang juga terjadi di Kecamatan Dramaga, Ciampea dan Tenjolaya.

"Bencana memang terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Bogor. Laporan pohin tumbang terbanyak di Kecamatan Dramaga, kemudian ada laporan di Tenjolaya, Pamijahan dan Sukajaya. Sebagian besar atau 70 persennya itu pohon tumbang, jenis bencananya itu angin kencang. Bukan puting beliung ya, itu angin kencang," papar Adam.

"Yang di Sukajaya informasinya juga benar (huntara ambruk), Pak," tambah Adam.

(mud/mud)