Round-Up

Jejak Corona di Karawang yang Kini Berstatus Zona Merah

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 09:53 WIB
Poster
Ilustrasi `(Foto: Edi Wahyono)
Karawang -

Pemerintah Kabupaten Karawang belum optimal menekan wabah Corona di wilayahnya. Mulai menyebar 5 bulan lalu, virus itu terus menjangkit warga. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda penurunan jumlah pasien.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menuturkan, sebaran wabah Corona di wilayahnya terbagi ke dalam tiga gelombang. Pada Senin (9/3/2020), ratusan orang menghadiri acara musyawarah daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jabar di Hotel Swiss Belinn Karawang.

"Musda HIPMI jadi gelombang pertama sebaran corona di Karawang. Dan saya adalah orang pertama yang dinyatakan terjangkit corona di Karawang," kata Cellica saat sidak di PT Pupuk Kujang Cikampek beberapa waktu lalu.

Kegiatan itu rupanya menjadi awal penyebaran virus corona di Karawang. Cellica jadi satu dari 9 orang yang terjangkit Corona. Saat itu Cellica duduk di kursi VIP, satu deret dengan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, yang dinyatakan positif Corona. Saat itu, sudah ada tiga kepala daerah di Jabar yang terpapar virus tersebut.

Virus Corona lalu menjangkit asisten pribadi Cellica dan sejumlah pejabat di Karawang. Gelombang pertama wabah Corona di Karawang dimulai. Penambahan pasien juga terjadi di masyarakat yang tertular dari keluarganya di Jakarta dan sekitarnya.

Sebulan kemudian, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Karawang menyebut, ditemukan hampir 50 orang warga positif Corona. Saat itu 95 pasien sakit diawasi karena diduga corona. Adapun warga yang dipantau mencapai 2.773 orang. Saat itu rapid tes dilakukan secara gencar.

Pemkab Karawang kemudian menerapkan PSBB. Menjelang lebaran, warga diimbau tak mudik. Namun setelah lebaran, gugus tugas menyatakan banyak warga ditemukan kembali positif. Gelombang kedua wabah pun dimulai. Meski ada pasien yang sembuh, setelah lebaran, ditemukan ratusan warga yang positif. "Saat itu kita menerapkan PSBB parsial dan pasien positif mencapai ratusan orang," ujar Cellica.

Setelah lebaran, sejumlah pasien yang dirawat berangsur sembuh. Penambahan pasien Covid-19 sempat menurun. Namun sebulan terakhir terjadi gelombang tiga wabah Corona di Karawang.

"Mulai muncul klaster industri. Banyak buruh yang positif," kata Cellica.

Hingga saat ini, buruh positif corona mencapai 194 orang. Tersebar di 17 pabrik, buruh-buruh ini berpotensi menularkan virus ke pemukiman.

Bertambahnya pasien positif di September 2020 ini membuat Karawang masuk zona merah. Hingga 21 September 2020, pasien positif di Karawang mencapai 549 kasus. Pasien yang masih dirawat 166 orang, sembuh 365 orang, sedangkan pasien meninggal berjumlah 18 orang.

(mud/mud)