Ini Penyebab Lonjakan Kasus COVID-19 di Kabupaten Cirebon

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 13:09 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Jawa Barat mencetak rekor terbanyak kedua, setelah klaster Secapa AD pada Senin (21/9/2020). Laman Pikobar mencatat terdapat 680 kasus baru yang teridentifikasi.

Penyumbang kasus terbanyak masih berasal dari bagian aglomerasi Bodebek, yakni Kota Depok dengan 261 kasus. Sementara penyumbang kasus kedua terbesar dari Kabupaten Cirebon, yakni 236. Loncatan jumlah kasus di Cirebon ini bukan yang pertama kali

Sebelumnya pada 4 September lalu, angka kasus di Cirebon bertambah 385 kasus positif dalam satu hari. Disitat dari laman Pikobar, total angka terkonfirmasi positif COVID-19 di Cirebon berjumlah 639 kasus.

Saat dikonfirmasi detikcom, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani mengatakan, penambahan kasus tersebut bukan berasal dari temuan baru. Namun, pada data yang baru terpublikasi oleh pusat dan baru selesai teridentifikasi asal muasal pasiennya.

"Kalau yang di Cirebon, sebagian besar kasus lama yang oleh pusat baru dipublikasi," kata Berli saat dihubungi, Selasa (22/9/2020).

Dari laman Pikobar, masih ada 199 kasus yang belum teridentifikasi asal muasal pasien penderita COVID-19. Sejauh ini, Pikobar hanya menampilkan data yang telah dipublikasikan pemerintah pusat dan spesifikasi data berdasarkan laporan harian dari dinas kesehatan kota/kabupaten setempat.

Hingga 22 September, tota kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Jawa Barat berjumlah 17.502 kasus. 7.016 masih menjalani isolasi/perawatan, 10.167 dinyatakan sembuh/selesai isolasi dan 319 lainnya meninggal dunia.

(yum/mso)