Pedagang Masker di Bandung Khawatirkan Larangan Scuba

Siti Fatimah - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 20:24 WIB
Pedagang masker khawatir dengan larangan scuba
Pedagang masker khawatir dengan larangan scuba (Foto: Siti Fatimah)
Bandung -

Masker scuba dan buff saat ini tengah menjadi pertimbangan karena dianggap tidak mempan untuk menangkal droplet virus COVID-19. Bahkan di KRL Jakarta pemakaian masker scuba sudah dilarang bagi pengguna jasa kereta rel listrik itu.

Kebijakan tersebut membuat pedagang masker scuba khawatir, pasalnya sumber penghasilan mereka lebih banyak dari penjualan masker scuba dengan peminat yang masih banyak di Kota Bandung.

Ana (56) salah satu penjual di daerah Jalan A.H Nasution, Kota Bandung mengaku, khawatir kalau sampai dilarang dijual atau digunakan.

"Khawatir ya khawatir, kenapa ga dari dulu, kenapa baru akhir-akhir ini dilarangnya. Alasannya apa, kenapa pas awal ada corona diperbolehkan. Ya tetepkan butuh makan ya, paling ga jualan yang bahan ini (scuba) pake bahan kain," ujarnya saat ditemui, Senin (21/9/2020).

Dia mengatakan, keputusan larangan tersebut bisa dibilang terlambat. Apalagi bagian produksi yang menjadi tempatnya mengambil stok masker sudah stok barang besar-besaran.

"Telat banget, kasian yang memproduksi, kalo pedagang tinggal ngabisin barang. Kenapa ibu beli lagi? Karena peminatnya masih ada biasanya 10 lusin itu abis dua hari. Udah berjalan tapi kok dilarang," ujarnya.

Dalam sehari ini, Ani baru mendapatkan pemasukan Rp 100 ribu. "Jualan dari pagi dapet Rp 100 ribu buat belanja lagi," ujarnya.

Masker scuba yang dijualnya seharga Rp 5 ribu dengan mengambil keuntungan sedikit tetapi perputaran barang tetap berjalan. "Kalo orang lain ngambil untung banyak tapi barangnya ga habis-habis," kata Ani.

"Pengennya sih berjalan seperti ini. Solusi buat masyarakat menengah ke bawah mampu ga buat beli," pungkasnya.

(mud/mud)