Usut TPPU Bos EO di Bandung, Polisi Libatkan PPATK

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 19:44 WIB
Ilustrasi Penipuan
Ilustrasi penipuan (Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo)
Bandung -

Polisi masih menyelidiki terkait laporan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan bos event organizer (EO) di Bandung. Dalam penyelidikan ini, polisi melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Jadi perkembangannya itu sudah dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan. Nah penyidik sekarang sedang meminta bantuan ahli PPATK," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat dikonfirmasi, Jumat (18/9/2020).

Kasus ini dilaporkan ke Polda Jabar pada akhir tahun 2019 lalu. Bos EO berinisial MBW tersebut diduga melakukan penipuan terhadap puluhan orang di Bandung dengan kerugian miliaran. MBW sendiri saat ini tengah menjalani hukuman penjara atas kasus penipuan lainnya.

Kembali ke soal penyidikan. Erdi mengatakan dilibatkannya PPATK ini guna menelusuri aliran dana yang dilakukan oleh MBW. Meski sudah dinaikkan menjadi penyidikan, polisi belum menetapkan MBW sebagai tersangka.

"(PPATK) Untuk syarat mentersangkakan TPPU-nya, (menelurusi) aliran dana. Jadi PPATK sedang menelusuri, sampai sekarang masih ditunggu," kata dia.

Erdi menambahkan kasus ini membutuhkan waktu yang tak sebentar. Menurutnya, perlu penelusuran lebih jauh untuk segera mengungkap kasus ini.

"Nggak bisa cepat, butuh waktu. Karena sekarang ini yang bekerja PPATK. Misalnya rekening harus ditelusuri," tuturnya.

Sementara itu salah satu korban Daryanto meminta agar polisi segera memproses dan mengungkap laporan tersebut. Sebab, kata dia, MBW yang saat ini ditahan, diperkirakan segera bebas lantaran vonis atas kasus penipuan sebelumnya hanya 1,5 tahun penjara.

"Kita tuntutannya agar diusut, supaya nanti kalau bebas, dia nggak kabur dan tidak ada korban lagi," kata Daryanto.

Daryanto yang mengalami kerugian sebesar Rp 660 juta ini meminta agar penyidik bisa mengungkap TPPU-nya.

"Kita laporkan TPPU supaya uang bisa kembali," katanya.

Sebelumnya, narapidana sekaligus bos Event Organizer (EO) di Bandung diduga menipu puluhan orang hingga miliaran. Bos EO berinisial MBW itu dilaporkan dengan pasal penipuan hingga Undang-undang Tindak Pidana Umum (TPPU).

Kasus itu dilaporkan sejak akhir tahun 2019 oleh sejumlah korban ke Polda Jawa Barat. Korban melaporkan MBW dengan dugaan TPPU Pasal 3 dan 4 Undang-Undang RI nomor 4 tahun 2010 tentang TPPU. Selain TPPU, bos EO itu pun dilaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan.

(dir/mud)