Pariwisata Jabar Masih Membuka Diri untuk Wisatawan Asal Jakarta

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 14:56 WIB
Waduk Jatigede jadi obyek wisata menarik di Kabupaten Sumedang, Jabar. Saat libur panjang seperti ini, waduk ini ramai dikunjungi warga.
Foto: Pesona waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat (Muhamad Rizal/detikcom).
Bandung -

Pariwisata di Jawa Barat masih membuka diri kepada wisatawan asal DKI Jakarta. Walau begitu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik mewanti-wanti agar protokol kesehatan tetap diterapkan.

Seperti diketahui lonjakan kasus yang tinggi terjadi di DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun menarik rem darurat dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali untuk mengantisipasi terjadinya kasus positif baru.

"Memang DKI Jakarta ini menjadi episentrum penyebaran virus. Kita harus antisipasi dengan penerapan protokol yang lebih ketat di seluruh tempat wisata di Jabar," kata Dedi ketika dihubungi, Kamis (17/9/2020).

Dedi tak menampik jika kebanyakan wisatawan yang datang mendominasi ke Jabar merupakan warga dari DKI Jakarta. Ia menyebut, 70 persen wisawatan yang datang ke Puncak Bogor merupakan warga ibu kota.

"Penyedia pariwasata juga harus menyiapkan protokol kesehatan, karena dominasi kawasan Puncak 70 persen kan dari ibukota, ada kehati-hatian jangan sampai ada klaster baru di sektor wisata, dan di Pangandaran juga banyak dari DKI Jakarta," ujar Dedi.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga mengetatkan protokol kesehatan di objek-objek wisata. Setiap orang yang terindikasi terpapar virus Corona, akan langsung diisolasi.

"Ini perlu kehati-hatian terutama untuk menerapkan protokol secara disiplin, kan di DKI juga tengah melakukan PSBB, mereka juga agak riskan kalau berpergian," ucapnya.

Dedi mengatakan, tarik ulur di sektor pariwisata ini harus dilakukan dengan hati-hati. Pasalnya, sektor pariwisata yang menyumbang perekonomian di Jabar ikut gontai saat pandemi COVID-19 menyerang.

"Lebih kedepankan protokol kesehatan, ini ekonomi saja minus. Jadi jangan sampai minus lagi, di Jabar ini Juni sampai Desember ini tahap pemulihan, jadi ada kelonggaran aktivitas itu, tapi kesehatan tetap dikedepankan itu konsen kami. Yang penting di Jabar tidak ada larangan, tapi kehati-hatian dan kewaspadaan," katanya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau warga DKI Jakarta jangan berwisata ke Jawa Barat, khususnya ke Bodebek selama masa PSBB. Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Kang Emil itu di Puskemas Garuda, Kota Bandung, Senin (14/9/2020).

"Kami mengimbau warga Jakarta tidak dulu berpergian berwisata ke Jabar. Hampir 70 persen (wisatawan) di Puncak kan warga Jakarta. Kalau begitu kan tidak mengetatkan, hanya memindahkan interaksi pergerakan. Kami sudah lakukan koordinasi," ucap Kang Emil.

Kang Emil mengatakan, dampak dari PSBB DKI Jakarta tak hanya berdampak pada arus wisata di Bodebek. Tetapi juga terhadap bantuan sosial bagi warga Bodebek yang memiliki kegiatan usaha di Jakarta.

(yum/mso)