Kasus COVID-19 Terus Meningkat, Pemkab Garut Soroti Klaster Keluarga

Hakim Ghani - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 14:49 WIB
A high school teacher checks the temperature of a student on the first day after being reopened following restrictions to halt the spread of the COVID-19 coronavirus in Kuala Lumpur on June 24, 2020. (Photo by Mohd RASFAN / AFP)
Foto: AFP/MOHD RASFAN
Garut -

Angka pasien positif COVID-19 di Kabupaten Garut terus meroket naik. Klaster keluarga jadi perhatian serius dari Pemerintah daerah.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan saat ini ada belasan keluarga di Kabupaten Garut yang terpapar virus COVID-19.

"Sudah ada 12 keluarga (terpapar COVID-19) yang sekarang menjalani perawatan di rumah sakit," ucap Helmi, Rabu (16/9/2020).

Helmi mengatakan klaster keluarga di Garut berisikan lebih dari dua orang. Bahkan, sambung Helmi, di Kecamatan Wanaraja ada empat orang dalam satu keluarga yang terpapar COVID-19 sekaligus.

"Yang namanya klaster itu di atas dua orang. Di Wanaraja bahkan sempat empat orang," katanya.

Helmi menambahkan, klaster keluarga menjadi perhatian pihaknya. Helmi mengimbau agar masyarakat konsisten menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan. Protokol kesehatan juga diminta untuk terus dilaksanakan.

"Perlu untuk menjaga kesehatan. Kita terus mengingatkan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan. Menjaga jarak, cuci tangan, pakai masker," ujar Helmi.

Sementara itu, pasien positif COVID-19 di Kabupaten Garut terus meningkat setiap harinya. Hingga Rabu siang sekira pukul 13.51 WIB ini, total ada 135 pasien yang terkonfirmasi Pemda.

Pasien tersebar di 26 dari 42 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut. Tarogong Kidul menjadi penyumbang paling banyak dengan 20 orang warganya yang positif COVID-19.

Disusul dengan Kecamatan Tarogong Kaler, Cilawu, Karangpawitan dan Selaawi dengan sumbangan 11 pasien positif COVID-19.

(mso/mso)