Round-Up

189 ASN Kota Bandung Positif COVID-19 hingga Langkah Pemkot Perketat AKB

Wisma Putra - detikNews
Minggu, 13 Sep 2020 08:05 WIB
Wali kota bandung oded m danial
Foto: Wali Kota Bandung Oded M Danial (Siti Fatimah/detikcom).
Bandung -

189 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN di lingkungan Pemkot Bandung positif terpapar COVID-19. Hasil tersebut terungkap setelah dilakukan swab test massal yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bandung.

"Pemkot Bandung saat ini terus melakukan tes masif kepada ASN di 62 OPD, terdiri dari 32 dinas/badan dan 30 kecamatan dan ditemukan 189 kasus positif," kata Wali Kota Bandung Oded M Danial di Balai Kota Bandung, Jumat (11/9/2020) lalu.

Oded menyebut sebelumnya ada 117 ASN dan non ASN yang positif COVID-19. "Dari jumlah tersebut (189), 140 ber-KTP Bandung (sisanya luar Kota Bandung). Namun dari 140 hanya 48 orang yang terkonfirmasi betul-betul tinggal di Bandung," ujarnya.

Oded mengungkapkan ASN yang terkonfirmasi positif sudah mengisolasi diri secara mandiri. Sedangkan ASN yang lain telah diberlakukan WFH sejumlah 50 persen.

"Temuan kasus merupakan hasil pelacakan aktif disertai kemampuan lab dalam mendiagnosa. Kami punya fasilitas BSL-2 yang bisa bekerja secara cepat. Dinkes Kota Bandung sudah melakukan swab test sebanyak 22.928 pengetesan, atau 0,92 persen dari jumlah penduduk," tutur Oded.

Oded tidak ingin kejadian ini menjadi fenomena gunung es. Sehingga tes masif terhadap ASN dan non-ASN terus dilakukan. Selain itu, menurutnya, setelah ASN dan non-ASN pihaknya akan melakukan tes masif terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Kota Bandung.

"Kami tidak ingin terjadi fenomena gunung es di Kota Bandung. Jadi, meskipun berkonsekuensi meningkatkan angka kasus, kami terus akan melakukan testing kepada penduduk," katanya.

"Untuk ASN ini kita targetkan sampai 3.100 pengetesan dan saat ini sudah 2.631 pengetesan. Setelah ASN, kami juga akan mengetes 7.300 tenaga kesehatan se-Kota Bandung," ucapnya.

Selain itu, lanjut Oded, pihaknya juga akan memperketat adaptasi kebiasaan baru (AKB). Hal itu dilakukan demi menekan penyebaran COVID-19 di kota berjuluk Paris van Java ini.

"Mengingat eskalasi kasus COVID-19 di Kota Bandung (meningkat), dengan ini maka kami akan memberlakukan AKB yang diperketat," ujar Oded.

Tonton juga 'Cegah Covid-19, Terapkan 12 Adaptasi Kebiasaan Baru di Kantor':

[Gambas:Video 20detik]

(wip/mso)